Karhutla Kalbar Meluas hingga Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Usul Hujan Buatan ke BNPB

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:18 WIB
Tim BPBD Kalbar melakukan pemadaman karhutla di sekitar Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan dengan kawasan Bandara Internasional Supadio, Senin (27/7).
Tim BPBD Kalbar melakukan pemadaman karhutla di sekitar Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan dengan kawasan Bandara Internasional Supadio, Senin (27/7).

PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori sangat tidak sehat. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera mengusulkan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Langkah darurat ini diambil untuk mempercepat pemadaman titik api sekaligus menekan potensi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas transportasi udara dan laut.

"Kita akan segera mungkin meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera mengirimkan pesawat untuk modifikasi cuaca," ujar Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memberikan keterangan di Sungai Raya.

Di tengah kondisi kemarau yang makin kering, pemprov menyiagakan penuh seluruh personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pembasahan lahan gambut dan pemadaman darat maupun udara secara maraton.

Norsan menekankan bahwa penanganan karhutla tidak akan optimal tanpa peran aktif masyarakat dalam menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

"Kita menggerakkan semua kemampuan yang kita miliki bersama TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat. Secara tulisan melalui surat edaran juga sudah saya sampaikan kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan, supaya kebakaran tidak terjadi lagi," tegas Norsan.

Pihak BPBD Kalbar mengungkapkan bahwa patroli terpadu terus ditingkatkan dari pagi hingga dini hari di area-area rawan, seperti wilayah Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan dengan area vital Bandara Internasional Supadio, Ketapang, Sanggau, Sambas, hingga Kayong Utara.

Masyarakat kini diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker, mengingat paparan polusi udara akibat asap karhutla berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan akut. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
kalbar