Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Karhutla Berpotensi Sampai Oktober, Pemadam Kesulitan Akses Air

izak-Indra Zakaria • 2023-08-21 09:38:42
PEMBASAHAN: Relawan Tim Cegah Api (TCA) Greenpeace Indonesia melakukan pembasahan ke tanah gambut yang terbakar di Dusun Bunga Baru, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (ANTARA FOTO/JESSICA WUYSANG)
PEMBASAHAN: Relawan Tim Cegah Api (TCA) Greenpeace Indonesia melakukan pembasahan ke tanah gambut yang terbakar di Dusun Bunga Baru, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (ANTARA FOTO/JESSICA WUYSANG)

 Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar berpotensi terjadi hingga September 2023. Bahkan, wilayah di bagian selatan masih berpotensi terjadi karhutla hingga Oktober 2023 lantaran curah hujan yang rendah.

“Diprediksi karhutla di sebagian besar wilayah Kalbar masih akan berlangsung hingga bulan September 2023,” ungkap Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Sutikno, Selasa (15/8).

Dia menjelaskan, sebagian wilayah Kalbar bagian selatan masih berpotensi rendah curah hujannya pada Oktober 2023. Dengan begitu, di wilayah seperti Ketapang bagian selatan masih berpotensi terjadi karhutla sampai Oktober 2023 mendatang. “Bulan November 2023 sudah akan banyak hujan di seluruh wilayah Kalbar,” katanya.

Karhutla yang terjadi akan berdampak pada kualitas udara di provinsi ini. Sutikno mengatakan, BMKG saat ini memiliki tiga alat pengukur kualitas udara berupa PM2.5 yang dipasang di Sungai Raya (Kubu Raya), Jongkat (Mempawah), dan Sintang.

Dia menjelaskan, PM2.5 di Sungai Raya sempat menunjukkan kategori Berbahaya pada malam tanggal 13 Agustus 2023. Di Jongkat menunjukkan kategori berbahaya tanggal 15 Agustus 2023 pagi. Di Sintang hanya sampai kategori Tidak Sehat 14 Agustus 2023 malam.

Secara rata-rata harian, kata dia, PM2.5 di Sungai Raya berada pada kategori Tidak sehat sejak tanggal 13 Agustus 2023. Di Jongkat pada 15 Agustus 2023 nilai rata-ratanya berada pada kategori Tidak Sehat. Sementara di Sintang secara rata-rata masih dalam kategori Sedang.

“Namun ketiga alat tersebut tidak bisa mewakili kondisi secara keseluruhan sampai tingkat kabupaten, apalagi sampai level wilayah provinsi. Alat tersebut hanya mewakili kondisi lokal di sekitar alat tersebut saja,” pungkas dia.

 Kesulitan Air

Tim gabungan TNI/Polri, Brimob, BPBD Kubu Raya, serta pemadam kebakaran (damkar) swasta yang ada di Kabupaten Kubu Raya bekerja keras memadamkan api di lahan kosong jalan Parit Haji Muksin II Komplek Mega Mas II Dusun Banjar Raya Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya yang sulit dipadamkan karena tidak ada akses air.

"Kebakaran ini terjadi di lahan kosong sejak pukul 14.00 siang kemarin dan sampai sekarang kita masih terus memantau kondisi api yang masih ada, namun sudah berhasil di padamkan," kata Ketua RT 005 RW 009 Dusun Banjar Raya Desa Sungai Raya Dalam, Muh Holil, di Sungai Raya, Kamis.

Dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras tim gabungan yang telah membantu memadamkan api di komplek Mega Mas II. Berkat kerja cepat tim gabungan, api berhasil dikuasai pada Rabu malam.

Menurutnya, keterbatasan akses air terkait lokasi parit yang berada di depan komplek dan jarak antara parit dengan perumahan Mega Mas II yang sekitar 1 kilometer, menjadi tantangan utama.

Muh Holil mengemukakan bahwa batas parit antara Desa Parit Baru dan Parit Haji Muksin II Desa Sungai Raya Dalam sudah mendapat perhatian dengan dilakukan ekskavasi. Namun, ia mengajukan permohonan kepada Dinas PUPR untuk melakukan pembukaan dan penutupan bendungan, meski hingga saat ini belum ada kepastian dari dinas terkait. 

Harapan Muh Holil adalah agar inisiatif yang diambil oleh warga komplek Mega Mas ini bisa menjadi contoh bagi Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya. Dengan demikian, dalam situasi bencana seperti kebakaran, upaya pemadaman dapat berlangsung lebih efisien.

"Jika pembukaan dan penutupan bendungan dapat terlaksana, Insya Allah, proses pemadaman api akan berjalan lebih singkat karena petugas tidak perlu lagi menggunakan selang panjang untuk mengambil air dari parit di depan komplek," tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan bahwa luasnya lahan gambut dan keterbatasan pasokan air di komplek Mega Mas II memerlukan langkah tegas dari pihak terkait. Ia mendorong kepala desa dan Ketua RT untuk mengambil inisiatif mendirikan kolam-kolam kecil guna menampung air.

"Ke depannya, saya meminta agar desa dan RT proaktif dalam membangun kolam penampungan air. Hal ini akan sangat membantu ketika musibah kebakaran kembali melanda, sehingga respon pemadaman dapat dilakukan lebih cepat," kata Bupati Muda. 

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat (Kalbar), Daniel Johan turut menanggapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalbar. Dirinya mengingatkan kepada pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran untuk pemadam kebakaran.

"Saya telah berulang kali mengingatkan kepada pemerintah khususnya KLHK agar alokasi anggaran untuk pemadam harus ditingkatkan, namun sampai saat anggaran antisipasi untuk kebakaran sangat minim.

Dengan melihat kondisi saat ini, anggota dewan dari PKB meminta tanggap darurat dari pemerintah agar ada penanganan khusus baik melalui water bombing, pelibatan masyarakat, MPA, dan pemadam swasta kalbar tentu dengan dukungan sarpras agar pemadam bisa bekerja lebih cepat dan keselamatan harus yang utama.

Seperti diketahui, sebagian wilayah Kalbar, saat ini sedang dilanda asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Bahkan beberapa pemerintah daerah sudah meniadakan pembelajaran di sekolah karena khawatir dampak pada anak-anak sekolah. Kebakaran lahan meluas di Kalbar diperparah dengan adanya kemarau berkepanjangan dan minimnya fasilitas bagi pemadam.

“Meski dalam keadaan terbatas kita patut berterima kasih kepada pemadam swasta dan pemda yang telah berjibaku memadamkan api,” tuturnya.

Dia menilai, antisipasi asap yang parah harus segera diatasi karena akan berdampak pada aktivitas masyarakat bahkan sampai ke jadwal penerbangan yang terganggu. Daniel meminta segera bergerak bersama masyarakat.

“Saya meminta agar dana darurat segera dianggarkan untuk penanganan kebakaran secepat-cepatnya.

Dia pun meminta, jika ada indikasi oknum perusahaan melakukan pembakaran di lahan konsesi harus ditindak dan mengganti rugi kerugian ekonomi masyarakat dan kerugian lingkungan. (sti/ant).

Editor : izak-Indra Zakaria