Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, di sebagian wilayah Kalbar pada Minggu (3/12).
Septikasari, prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak mengungkapkan prakiraan angin pada ketinggian 3 ribu feet, secara umum angin bertiup dari arah utara hingga barat dengan kecepatan mencapai 9 knot. Adanya daerah pusaran angin yang masuk di Kalimantan Barat digambarkan dia, menyebabkan besarnya potensi pertumbuhan awan penghujan.
"Kami prakirakan esok hari (hari ini, Red) di sebagian wilayah Kalbar berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang, sore, hingga malam hari," katanya. Daerah yang masuk kategori waspada yakni Landak, Sanggau, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Melawi. BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkannya. Sebab potensi hujan masih tinggi hingga pertengahan Desember.
Pada Dasarian I yakni tanggal 1 – 10 Desember diprakirakan peluang lebih dari 704 terjadinya curah hujan lebih dari 150 milimeter (mm) perdasarian (das). Kondisi ini berada pada kategori tinggi yang dapat terjadi di sebagian wilayah Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, dan Ketapang
Peluang lebih dari 704 terjadinya curah hujan lebih dari 200 mm perdas berada pada kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di sebagian kecil wilayah Kapuas Hulu dan Sanggau. Hujan diprakirakan terjadi di sepanjang dasarian. Potensi peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pad pertengahan hingga akhir dasarian I Desember.
"Masyarakat diimbau mewaspadai dampak munculnya genangan, banjir, dan tanah longsor terutama pada wilayah yang biasa terdampak," ungkapnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4 – 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur ke selatan dengan kecepatan 4 – 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara Laut Natuna Utara dan laut Sulawesi. Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter kategori sedang berpeluang terjadi di perairan Utara kepulauan Anambas, perairan barat kepulauan Natuna, perairan Utara kepulauan Natuna, perairan Selatan kepulauan Natuna,perairan kepulauan Subi hingga serasan.
Tinggi gelombang 2,5 – 4 meter kategori tinggi berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara. Maka, dia berpesan agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Tinggi gelombang di atas 1,25 meter kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 1.500 dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 25 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir diingatkan untuk selalu waspada. (mrd)
Editor : izak-Indra Zakaria