Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Antisipasi Banjir saat Musim Penghujan, Ini yang Dilakukan BPBD Kayong Utara

A'an • 2024-02-20 13:30:00
TERGENANG: Kondisi perkantoran di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kayong Utara tergenang akibat guyuran hujan. Musim penghujan sedang melanda Kayong Utara serta daerah lain di Kalbar (DANANG)
TERGENANG: Kondisi perkantoran di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kayong Utara tergenang akibat guyuran hujan. Musim penghujan sedang melanda Kayong Utara serta daerah lain di Kalbar (DANANG)

 

Kepala Pelaksana Badan Penaggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara Rahadi mengungkapkan bahwa belakangan ini sering terjadi hujan dan air pasang

Pihaknya pun sejauh ini telah mengeluarkan surat peringatan dini kepada masyarakat.

"BPBD sudah mengeluarkan surat peringatan dini curah hujan tinggi pertanggal 11 Februari 2024  dasarian ke 2 11 – 20 Februari. Terlebih cuaca cenderung sering hujan," kata dia, Senin (19/2).

Hal ini disampaikannya agar masyarakat dapat lebih waspada bila terjadi hujan hingga menyebabkan banjir. Jika terjadi sesuatu, ia menyarankan agar dapat menghubungi petugas terdekat.

“Bila terjadi sesuatu akibat hujan deras dan air pasang mengakibatkan banjir sebaiknya dapat mengubugi petugas terdekat, agar dapat mengambil tindakan," terang dia.

Sementara itu akibat hujan deras dan air pasang kemarin, menyebabkan sejumlah lahan pertanian masyarakat maupun permukiman terendam.

Untuk itu Rahadi mengajak warga bersama-sama mencegah atau mendeteksi dini bencana alam yang bisa terjadi ketika musim hujan tiba.

“Antisipasi yang perlu dilakukan pastikan lingkungan kita siap untuk menerima dan mengalirkan air hujan yang turun,” pesannya.

Menurut dia, bencana alam yang terkadang terjadi di saat musim hujan tiba antara lain banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan juga pohon tumbang yang biasa terjadi apabila hujan disertai angin kencang.

Dalam hal ini, lanjut dia, pemerintah dan masyarakat harus bisa bahu membahu mengantisipasi dan bersiap apabila hal itu terjadi sewaktu-waktu.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi di musim penghujan, antara lain banjir, puting beliung dan tanah longsor,” ungkapnya.

Bahkan dalam mengatasi terjadinya musibah, pemerintah dengan lembaga terkait juga diharapkan dia bisa melakukan deteksi dan pencegahan dini terkait potensi bencana alam tersebut. 

“Kalau ada pohon yang sudah tua dan rindang mungkin bisa dipangkas untuk menghindari pohon tumbang,” katanya.

Salah satu warga, Olek, mengatakan, akibat hujan deras dan air pasang tidak dapat terbendung  ia mengalami kerugian yang akan ditanggung petani jika banjir terjadi. Ia berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah terkait hal tersebut.

 

"Kalau kerugian petani itu diperkirekan 1 petak sawah itu ratusan ribu lah, tapi kan satu orang itu banyak petak sawah, dan itu dilalui air yang meluber tadik, Karne sungai itu dak dipakai masyarakat untuk mandi, atau minum,  sehingga untuk membersihkan secara gotong-royong itu sudah mulai menipis, karena sudah dimanjakkan setiap tahunnya dengan proyek normalisasi, tapikan dalam dua tahun ini dak pernah ada lagi normalisasi itu," ucapnya.

Ia berharap ada tindakan serius dari pemerintah daerah terkait hal tersebut, karena tak hanya petani yang merasakan dampaknya, rumah penduduk juga terdampak dari kejadian tersebut.

"Kalau pemerintah mau cepat tanggap karne curah hujan masih tinggi, harus ade tindakan dan solusi cepat dari pemerintah daerah atau gimane baeknye dari dinas terkait, karne dampaknye bukan cume dengan petani, tapi rumah penduduk pun banyak yang tergenang," tambahnya. (dan)

 
Editor : Indra Zakaria
#kayong utara