Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson angkat bicara menanggapi pernyataan Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1 Anies Baswedan tentang kenaikan harga bahan pokok (bapok) di Pasar Kota Pontianak.
Hal tersebut disampaikan Anies usai berkunjung, dan berdialog dengan para pedagang di Pasar Flamboyan, Selasa (26/12). Pj Gubernur Harisson memastikan harga sejumlah bapok di pasaran masih stabil menjelang tahun baru. Bahkan rata-rata harga bapok di pasar tradisional cenderung turun. Termasuk salah satunya di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak.
“Rata-rata harga bahan pokok cenderung turun dan stabil dari harga sebelumnya, kami rutin setiap hari melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional,” ungkap Harisson kepada awak media, Selasa (26/12) malam.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta perangkat daerah terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM), serta Dinas Ketahanan Pangan rutin, atau hampir setiap hari melakukan pemantauan harga bapok.
Bahkan Harisson sendiri juga selalu turun langsung melakukan pengecekan harga bapok ketika berkunjung ke daerah. Di setiap kunjungan kerja (kunker), ia selalu mewajibkan diri untuk turun langsung ke pasar tradisional. Dan hampir semua pasar tradisional di 14 kabupaten/kota, sudah ia kunjungi.
“Di pasar tradisional saya juga berbincang langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga,” tegasnya. Terbukti lanjut dia, harga bapok yang terkendali di Kalbar, bukan sekadar isapan jempol. Hal itu bisa dilihat dari data perkembangan inflasi per November 2023. Dimana provinsi Kalbar berhasil menduduki peringkat ketiga inflasi terendah se-Indonesia dengan nilai 2,01 (y-o-y).
“Jadi untuk inflasi di Kalbar pada November, kita (Kalbar) di angka 2,01 persen. Ini berarti kita tiga provinsi dengan inflasi terendah setelah Aceh dan Papua,” terangnya.
Menurut Harisson, upaya-upaya yang dilakukan Pemprov terkait penurunan angka inflasi sudah cukup berhasil. Seperti operasi pasar, gelar pangan murah, bantuan sosial (bansos) pangan, yang memang rutin dilaksanakan di sejumlah daerah se-Kalbar. Dimana pihaknya juga melibatkan Bulog Kalbar, dalam eksekusi di lapangan.
Seperti menjelang natal beberapa waktu lalu operasi pasar gencar digelar hampir di seluruh kabupaten/kota. “Karena kita (Pemprov) sering melaksanakan pengendalian harga di pasar, di beberapa kabupaten/kota kita melakukan operasi pasar, gelar pangan murah, lalu kita juga melakukan pembagian-pembagian secara gratis bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang kurang mampu,” paparnya.
Dalam operasi pasar, Pemprov selalu menjual berbagai bapok dengan harga lebih murah dari pasaran. Di Kabupaten Sanggau pekan lalu misalnya, beras dijual seharga Rp60 ribu per lima kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp15 ribu per kilogram.
“Jadi kami menjual beras premium itu Rp60 ribu per lima kilogram, biasanya di pasar itu harganya sekitar Rp16-Rp17 ribu per kilogram, kalau ini Rp12 ribu per kilogram. Karena jelang natal dan tahun baru, perayaan hari besar agama ini, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok pasti meningkat,” ujarnya. Selain itu, dijelaskan Harisson, dalam operasi pasar tersebut juga dijual gula pasir seharga Rp14 ribu per kilogram.
Sementara jika dilihat dari harga normalnya saat ini, gula pasir di pasaran dijual Rp17 ribuan per kilogram. Termasuk juga minyak goreng dijual Rp15 ribu per kilogram, lebih murah dari harga normal di pasaran seharga Rp17 ribu per kilogram.
“Jadi selisih harganya kami (Pemprov) subsidi. Ini untuk meringankan beban masyarakat seperti yang diperintahkan Pak Presiden, Pak Jokowi, agar pemerintah daerah terus meringankan beban masyarakat,” tambahnya. Tak lupa, ia pun mengimbau pemerintah kabupaten/kota agar ikut melaksanakan operasi pasar, dan gelar pangan murah. Kemudian juga memberikan bansos bapok kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Saya harap Bulog juga terus membanjiri pasar dengan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan), untuk mengontrol harga beras premium di pasaran,” tutupnya. (bar)