Banjir merendam ribuan rumah di sebelas desa di Kecamatan Ngabang dan Kuala Behe sejak Jumat (5/1) lalu. Akibatnya aktivitas belasan ribu warga terdampak.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak hingga 7 Januari, total korban banjir di Kecamatan Ngabang dan Kuala Behe mencapai 3.733 terendam banjir. Sebagian besar warga terdampak tinggal di pinggir sungai.
Data sebaran desa terdampak di Kecamatan Ngabang yakni Desa Mungguk sebanyak 622 rumah, Desa Raja (302 rumah), Desa Hilir Kantor (297 rumah), Desa Temiang Sawi (74 rumah), Desa Amboyo Selatan (123 rumah), Desa Sebirang (174 rumah), Desa Pak Mayam (840 rumah), dan Desa Hilir Tengah, 1017 rumah. Sehingga total 12.398 warga disebutkan terdampak banjir.
Sementara di Kecamatan Kuala Behe sendiri, banjir merendam 44 rumah di Desa Kedama, 235 rumah di Desa Kuala Behe, dan 71 rumah di Desa Permit, sehingga total warga terdampak 1.160 orang.
“Hingga Senin (8/1) berdasarkan laporan di lapangan, banjir di Ngabang sudah mulai surut. Berkurang sekitar 20 – 30 sentimeter.Namun air tetap tinggi,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak Herman Masnur di Ngabang, Senin (8/1).
Ia mengatakan, meski terendam banjir, tak banyak warga yang menempati posko pengungsian di GOR Indoor Bujakng Nyangko dan Kantor Camat Ngabang. Dari data yang diterimanya, hanya empat kepala keluarga atau 11 jiwa yang mengungsi ke posko.
Selebihnya, menurut dia, memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pemerintah juga dipastikan dia sudah memberikan bantuan kepada korban terdampak pada Minggu (7/1). Bantuan yang dimaksud dia tersebut berupa makanan siap saji.
“Kami juga mengimbau warga tetap waspada kemungkinan air kembali naik. Mengingat dalam seminggu kedepan diperkirakan akan curah hujan masih tinggi,” tutupnya. (mif)
Editor : izak-Indra Zakaria