Jalan dimaksud yakni mulai dari Jalan Sultan Hamid II menuju Jalan Gusti Situt Mahmud, seiring dengan dilakukannya manajemen lalu lintas yang ada. Saat ini, jalur tersebut masih mengalami penyempitan atau yang diistilahkan bottle neck (leher botol).
Tak hanya itu, ke depan, Harisson juga berharap pemerintah pusat dapat memulai pembangunan jalan tol Pontianak-Singkawang.
Khususnya untuk tahap pertama, rute Pontianak-Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah yang saat ini sudah dalam tahap lelang untuk dilakukan feasibility study (studi kelayakan), serta analisis dampak lingkungan (amdal).
Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak menurutnya harus bisa menjawab tantangan ke depan, terutama soal arus lalu lintas dari, dan menuju kota tersebut.
“Mudah-mudahan pembangunannya (tol) dapat segera direalisasikan pemerintah pusat. Itu semua dalam rangka mengoptimalisasikan keberadaan Pelabuhan Kijing yang tentu nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kalbar,” harapnya.
Dalam sambutan saat peresmian duplikasi Jembatan Kapuas 1, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapan agar keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan konektivitas kawasan antara pusat Kota Pontianak ke wilayah Pontianak Timur, dan Utara.
“Jembatan sepanjang 430 meter, dan lebar delapan meter ini dikerjakan dengan anggaran Rp275 miliar. Ini akan meningkatkan konektivitas kawasan, antara pusat Kota Pontianak, dan Kecamatan Pontianak Timur,” ungkapnya.
Adapun peresmian duplikat Jembatan Kapuas 1 ini ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama, lalu dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.
“Alhamdulillah duplikasi Jembatan Kapuas 1 telah selesai. Dengan mengucap bismillahirohmanirohim, pada pagi hari ini (kemarin) saya resmikan duplikat Jembatan Kapuas 1 di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat," ucap Jokowi.
Seperti diketahui, duplikat Jembatan Kapuas 1 yang membentang di Sungai Kapuas itu, dibangun tahun jamak mulai 2022 hingga 2024.
Jembatan dengan panjang 430 meter, dan lebar delapan meter itu menelan anggaran pembangunan sebesar Rp275,7 miliar.
Proyek pembangunan duplikasi Kapuas 1 memang menjadi yang ditunggu-tunggu, karena diharapkan dapat mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di wilayah Kota Pontianak.
Hadir pula dalam acara peresmian tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Anggota DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, dan para pejabat lainnya. (bar)