Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kemacetan Masih Terjadi, Duplikat JK 1 Belum Optimal, Warga Minta Solusi Lanjutan

A'an • Senin, 25 Maret 2024 - 18:10 WIB
MELINTAS: Kendaraan melintas di Duplikat Jembatan Kapuas 1, Sabtu (23/3). Meski sudah difungsikan, namun kemacetan masih saja terjadi pada sore hari saat jam pulang kerja. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
MELINTAS: Kendaraan melintas di Duplikat Jembatan Kapuas 1, Sabtu (23/3). Meski sudah difungsikan, namun kemacetan masih saja terjadi pada sore hari saat jam pulang kerja. (HARYADI/PONTIANAKPOST)

 

Beroperasinya duplikat Jembatan Kapuas (JK) 1 Pontianak yang dinilai dapat mengurai kemacetan agaknya tidak sesuai harapan. Pada jam tertentu masih terjadi  kepadatan kendaraan, terutama pada simpang empat lampu lalu lintas di Jalan Tanjung Raya 1. Warga Kota Pontianak berharap solusi lanjutan dari pemerintah. 

Kondisi ini pun dikeluhkan oleh Dedi (35), warga Pontianak Timur. Setiap hari ia selalu melewati Jembatan Kapuas 1 Pontianak untuk pergi bekerja. Setelah jembatan duplikasi yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo beroperasi, besar harapannya kemacetan yang terjadi pada jam sibuk dapat terurai.“Tapi ternyata, sore masih menumpuk (kendaraan),” ucapnya. 

Penumpukan terjadi di jembatan duplikasi hingga simpang lalu lintas di Jalan Tanjung Raya. Ini dikarenakan belum adanya pelebaran jalan sehingga kendaran yang masuk dari arah pusat kota akan bermuara pada jalan yang sama seperti sebelum beroperasinya jembatan duplikasi. Inilah yang menurut dia pangkal masalahnya. 

“Kondisi ini terutama terjadi pada sore hari, pada jam pulang kantor. Macet lumayan sebab kendaraan menumpuk di lampu merah depan gerbang keraton,” ucapnya. Walau begitu, ia merasa penumpukan yang terjadi tidaklah separah sebelum jembatan baru beroperasi.

Hanya saja, ia pikir perlu ada solusi dari pemerintah untuk mengurai kemacetan tersebut agar tidak semakin parah. Apalagi volume kendaraan setiap tahun terus bertambah.

“Saya pikir perlu ada rekayasa lalu lintas di depan gerbang keraton bagaimana tidak terjadi penumpukan di situ. Apalagi di titik itu tidak ada perubahan dari sebelumnya atau tidak ada pelebaran jalan,” imbuhnya.

Dirinya berharap langkah konkret dari Pemerintah Kota Pontianak, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.  Kepadatan yang terjadi di jembatan duplikasi juga dirasakan oleh Maria (23). Mahasiswa yang sehari-hari beraktivitas di pusat Kota Pontianak tersebut tahu betul kondisi kepadatan kendaraan yang terjadi dari simpang empat lampu merah di Jalan Tanjung Raya 1, jembatan, hingga, simpang Jalan Tanjungpura.

Beroperasinya kembaran Jembatan Kapuas 1 dirasakannya tidak memberikan pengaruh yang signifikan. “Aku rasa masyarakat pasti berekspektasi kalau dibikin jembatan duplikat ini bisa hilangkan kemacetan seperti di Jembatan Landak. Tapi nyatanya tidak semudah itu,” ucapnya.

Maria menceritakan, saat berangkat dari arah simpang Tanjung Raya ke pusat kota lalu lintas berjalan normal. “Tapi sewaktu pulang dan melintasi jembatan duplikat, sekitar pukul 10 malam itu masih macet,” katanya.

Ia pun heran dengan kondisi ini, karena sebelum jembatan duplikasi digunakan, pukul 8-9 malam dengan menggunakan satu jembatan sudah terasa lengang. Ia tak tahu persis apakah kepadataan kendaraan saat itu karena banyaknya warga yang ingin mencoba melintasi jembatan atau karena sebab lainnya.

Walau begitu, ia bersyukur dengan beroperasinya jembatan baru tersebut. Terpenting saat ini, kata dia, Pemerintah Kota Pontianak harus mencarikan solusi lanjutan dalam mengurai kemacetan, agar kehadiran jembatan baru benar-benar memberikan dampak yang signifikan.

“Sekarang kemacetan ada di satu sisi, berarti tugas pemerintah tinggal dipikirkan gimana caranya jalur tersebut macetnya bisa dikurangi,” ucapnya.

Sementara itu, Apil, seorang warga Pontianak mengusulkan agar ada penyesuaian terhadap waktu nyala lampu lalu lintas di sekitar kawasan jembatan supaya tidak terjadi kemacetan. Menurutnya, waktu  lampu lalu lintas sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. “Sebaiknya jangan lama-lama lampu merahnya, supaya kendaraan tidak berhenti terlalu lama dan menumpuk,” katanya.(sti)

 
Editor : Indra Zakaria
#jembatan kapuas