Angka itu didapat setelah total produksi padi dikurangi kebutuhan konsumsi beras Kabupaten Landak per tahun sebanyak 43.950 ton. Artinya 174.284 ton dikurangi 43.950 ton maka Kabupaten Landak masih surplus 130.334 ton. Sementara untuk produksi jagung, Landak menduduki peringkat kedua di Kalbar setelah Kabupaten Bengkayang dengan jumlah produksi 36.162 ton setiap tahun dari lahan seluas 6.504 hektare.
Menurut Sahbirin, Kabupaten Landak surplus beras karena mampu produksi beras mencapai 174.284 ton per tahunnya. "Selain mengisi lumbung pangan untuk wilayah sendiri, juga memenuhi kebutuhan Wilayah lain di Kalbar,” kata Sahbirin. Ia mengatakan, pemerintah akan terus melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap kelompok tani.
Pemerintah juga memfasilitasi pengadaan sarana dan prasarana, bibit, pupuk dan sebagainya dalam upaya meningkatkan produksi tani. “Selain mendorong produktivitas, pemerintah akan terus mendorong dan membantu memasarkan produk beras lokal kita di kabupaten Landak,” ujarnya. (mif)