Sementara itu, lanjut Kamaludin jemaah haji asal Pontianak tidak menginap di hotel sehingga langsung terbang ke Batam. "Kalau jemaah Kota Pontianak tidak menginap," tegasnya.
Pembangunan Asrama Haji Pontianak ditargetkan harus selesai pada 30 September 2024 agar bisa digunakan untuk jemaah haji tahun 2025.
"Insyaallah sudah bisa digunakan walau masih kurang. Karena konfigurasi pesawat untuk embarkasi BTH tahun ini 450 set. Satu kloter 450 jemaah," jelasnya.
Terkait statusnya, Kamaludin mengatakan saat ini Asrama Haji Pontianak masih berstatus asrama haji transit.
"Jemaah masih dari asrama haji transit masih masuk dan menginap di asrama haji embarkasi," jelasnya.
Jika Asrama Haji Pontianak berubah status menjadi asrama haji antara, maka jemaah haji dari Bandara Supadio terbangkan ke Bandara Embarkasi lalu naik lagi pesawat ke Arab Saudi.
Tanpa masuk dan menginap di asrama haji embarkasi. Itu artinya perubahan status Bandara Internasional Supadio menjadi domestik tidak mempengaruhi atau menjadi kendala perubahan status asrama haji.
"Status bandara menjadi domestik tidak berpengaruh," lanjutnya.
Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis belum lama ini memaparkan bahwa pembangunan Asrama Haji Pontianak dirasa mendesak karena selama dua tahun terakhir pascapandemi Covid-19, jemaah haji Kalimantan Barat tidak diinapkan dan diberangkatkan dari Asrama Haji Pontianak, melainkan diinapkan di hotel yang ada di Kota Pontianak.
"Atas sebab inilah sehingga pembangunan Asrama Haji harus segera dilakukan, ditambah lagi pada tahun ini jumlah jemaah haji yang akan diberangkatkan tiap kloter berjumlah 450 orang, sementara tahun sebelumnya berjumlah 370 jemaah pada tiap kloternya," jelas Muhajirin.
Muhajirin menegaskan pembangunan gedung penginapan asrama haji harus memadai untuk menampung jemaah haji Kalimantan Barat tiap kloter dan tiap pemberangkatan.
"Tahun depan diharapkan Asrama Haji Pontianak sudah bisa menjadi Asrama Haji Antara sehingga kita terus membangun sinergitas antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," tutur Muhajirin.
Muhajirin Yanis berpesan kepada pihak-pihak terkait pembangunan untuk dapat menyelesaikan pembangunan Asrama Haji Pontianak dengan tepat guna dan tepat waktu sehingga bisa dimanfaatkan bukan hanya oleh jemaah haji namun juga oleh masyarakat Kalbar yang menggunakan fasilitas Asrama Haji Pontianak. (mrd)