Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Asrama Haji Pontianak Belum Rampung, Jemaah dari Luar Kota Terpaksa Menginap di Hotel

Indra Zakaria • 2024-05-18 11:50:00
Pekerja beraktifitas di lokasi pembangunan penginapan di Komplek Asrama Haji Jalan Sutoyo. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
Pekerja beraktifitas di lokasi pembangunan penginapan di Komplek Asrama Haji Jalan Sutoyo. (HARYADI/PONTIANAKPOST)

Prokal.co - Penerbangan pertama jemaah haji Kalbar menuju Embarkasi Batam dijadwalkan pada 27 Mei hingga 1 Juni 2024. 

Namun, jemaah haji yang berasal dari luar Pontianak tahun ini masih menginap di hotel sebelum berangkat ke Asrama Haji Embarkasi Batam karena pembangunan Asrama Haji Pontianak belum rampung. 

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalbar, Kamaludin mengatakan Asrama Haji Pontianak masih dalam proses pembangunan.

"Karena kapasitas Asrama Haji masih belum bisa (menampung) jumlah jemaah 1 kloter, untuk tahun ini masih menginap di Hotel Orchard Perdana," jelasnya. 

Sementara itu, lanjut Kamaludin jemaah haji asal Pontianak tidak menginap di hotel sehingga langsung terbang ke Batam. "Kalau jemaah Kota Pontianak tidak menginap," tegasnya.

Pembangunan Asrama Haji Pontianak ditargetkan harus selesai pada 30 September 2024 agar bisa digunakan untuk jemaah haji tahun 2025.

"Insyaallah sudah bisa digunakan walau masih kurang. Karena konfigurasi pesawat untuk embarkasi BTH tahun ini 450 set. Satu kloter 450 jemaah," jelasnya.

Terkait statusnya, Kamaludin mengatakan saat ini Asrama Haji Pontianak masih  berstatus asrama haji transit.

"Jemaah masih dari asrama haji transit masih masuk dan menginap di asrama haji embarkasi," jelasnya.

Jika Asrama Haji Pontianak berubah status menjadi asrama haji antara, maka jemaah haji dari Bandara Supadio terbangkan ke Bandara Embarkasi lalu naik lagi pesawat ke Arab Saudi.

Tanpa masuk dan menginap di asrama haji embarkasi. Itu artinya perubahan status Bandara Internasional Supadio  menjadi domestik tidak mempengaruhi atau menjadi kendala perubahan status asrama haji.

"Status bandara menjadi domestik tidak berpengaruh," lanjutnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis belum lama ini memaparkan bahwa pembangunan Asrama Haji Pontianak dirasa mendesak karena selama dua tahun terakhir pascapandemi Covid-19, jemaah haji Kalimantan Barat tidak diinapkan dan diberangkatkan dari Asrama Haji Pontianak, melainkan diinapkan di hotel yang ada di Kota Pontianak.

"Atas sebab inilah sehingga pembangunan Asrama Haji harus segera dilakukan, ditambah lagi pada tahun ini jumlah jemaah haji yang akan diberangkatkan tiap kloter berjumlah 450 orang, sementara tahun sebelumnya berjumlah 370 jemaah pada tiap kloternya," jelas Muhajirin. 

Muhajirin menegaskan pembangunan gedung penginapan asrama haji harus memadai untuk menampung jemaah haji Kalimantan Barat tiap kloter dan tiap pemberangkatan.

"Tahun depan diharapkan Asrama Haji Pontianak sudah bisa menjadi Asrama Haji Antara sehingga kita terus membangun sinergitas antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," tutur Muhajirin.

Muhajirin Yanis berpesan kepada pihak-pihak terkait pembangunan untuk dapat menyelesaikan pembangunan Asrama Haji Pontianak dengan tepat guna dan tepat waktu sehingga bisa dimanfaatkan bukan hanya oleh jemaah haji namun juga oleh masyarakat Kalbar yang menggunakan fasilitas Asrama Haji Pontianak. (mrd)

Editor : Indra Zakaria