Ericson merincikan, untuk Kecamatan Kuala Mandor ada dua desa terdampak banjir yaitu di Desa Kuala Mandor B dan Desa Retok, di Kecamatan Sungai Ambawang juga ada dua desa terdampak yakni Desa Pasak Piang dan Desa Mega Timur, sedangkan di Kecamatan Rasau Jaya daerah yang terdampak yaitu di Desa Rasau Jaya Umum tepatnya di RT 6, RT 7, RT 8, dan RT 9.
Ketinggian banjir sendiri bervariasi, mulai dari sekitar 30 centimeter hingga 70 centimeter dan sepaha orang dewasa yakni sekitar 1 meter.
“Sudah sebagian besar sudah kami lakukan assessment bagi desa-desa yang terdampak banjir dan sudah kami tinjau langsung ke lapangan dalam upaya penanganan akibat banjir ini,” kata Ericson kepada Pontianak Post, Kamis (30/5) saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jalan Parit Bugis Sungai Raya.
Adapun jumlah atau data warga terdampak banjir hingga saat ini lanjutnya sudah terus diperbaharui. Dia merincirikan untuk kepala keluarga terdampak banjir di Kuala Mandor B sekitar 896 Kepala Keluarga (KK), Desa Retok sebanyak 140 KK.
Sementara di Kecamatan Sungai Ambawanga, khususnya di Desa Mega Timur ada sebanyak 10 KK yang terdampak banjir dan di Desa Pasak Piang sebanyak 706 KK, Mega Timur kedua ada 202 KK. Sedangkan untuk Kecamatan Rasau Jaya, khususnya di Desa Rasau Jaya Umum ada sebanyak 4 KK dengan jumlah 22 jiwa yang terdampak banjir.
Ditanya apakah ada warga yang terdampak mengungsi akibat terdampak banjir, kata Ericson, saat melakukan assessment di Rasau Jaya Umum, terdapat 22 warga yang mengungsi sementara waktu di sekolah terdekat.
“Selain melakukan assessment kami bersama Dinas Sosial Kubu Raya juga mem berikan bantuan langsungg bagi warga terdampak banjir di Rasau Jaya Umum ini,” jelasnya.
Mengingat potensi curah hujan bisa masih terjadi beberapa waktu ke depan, membuat Ericson mengimbau masyarakat, khususnya yang berdomisili di daerah yang rentan terdampak banjir untuk selalu bersiaga saat terjadi banjir.
“Terlebih jika ada warga yang tinggal di bantaran Sungai, kami imbau supaya selalu wasapda dan siap siaga jika sewaktu-waktu kembali terjadi banjir,” pungkas Ericson. (ash)