Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mendata sebaran titik panas pada beberapa daerah di Kalbar. Sebaran hotspot tersebut dideteksi dengan memakai sensor VIIRS dan MOODS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA), dimana dapat memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami titik panas. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan daerah sekitar. Observasi juga dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.
Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak merelease data sebaran titik panas dari tanggal 23 Juli dari pukul 00.00 sampai 23.00 WIb.
Terdeteksi bahwa Kabupaten Kubu Raya sebagai penyumbang titik panas terbanyak, yakni 25 hot spot dengan tingkat kepercayaan menengah dan tinggi. Kabupaten Sanggau juga terpantau penyumbang titik panas terbanyak kedua dengan 23 hotspot.
Tingkat kepercayaannya dari rendah hingga menengah. Sementara Kabupaten Indak yakni Landak juga terpantau Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, menyumbang 10 titik panas. Disusul Kabupaten Ketapang dengan 7 titik panas.
Sehari sebelumnya sekitar 42 titik panas ikut terpantau melalui satelit. Sebarannya merata pada 6 kabupaten dan kota. Namun tanggal 21 21 Juli dari pukul 00.00-23.00 WIB, puncak titik api di Kalbar terpantau satelit sebanyak 102 hotspot. Titik-titik panas tersebut mendera 12 Kabupaten dan Kota di Kalbar. Hanya Kota Pontianak dan Kota Singkawang 0 titik panas. Terbanyak berada di Kabupaten Bengkayang dengan 27 hot spot, disusul Ketapang dan Kabupaten Sanggau dengan masing-masing 19 dan 16 titik panas.
Kabupaten Landak juga terpantau sebanyak 12 titik panas. Selain itu Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat juga memantau sebaran kualitas Udara di Kalbar. Kabupaten Kubu Raya dengan ukuran 189,4 ug/m3 sekitar pukul 14.00 WIB masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Sementara Kabupaten Sintang dengan 105,1 ug/m3 terjadi pada pukul 21.00 WIB masuk kategori tidak sehat. Kabupaten Mempawah sendiri dengan 39,5 ug/m3 sekitar pukul 23.00 WIB, masuk dalam kategori sedang.
Pemantauan kualitas Udara melalui Stasiun Klimatologi Kalbar diukur pada tanggal 23 Juli dengan dianalisis dari 3 stasiun pantauan alat kualitas udara Particulate Matter 2.5 (PM2.5).(den)