Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ada Dugaan Motif Balas Dendam Akibat Perundungan di Balik Teror Molotov SMPN 3 Sungai Raya

Redaksi Prokal • 2026-02-04 10:40:00
ilustrasi bom molotov
ilustrasi bom molotov

KUBU RAYA – Insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya pada Selasa (3/2/2026) mulai mengungkap tabir motif yang mengejutkan. Di balik kepanikan yang melanda warga sekolah, beredar kabar bahwa aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh persoalan perundungan (bullying) yang dialami oleh terduga pelaku di lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi di sekitar sekolah, terduga pelaku disebut-sebut merupakan salah satu siswa kelas IX. Warga yang memiliki kerabat di sekolah tersebut mengungkapkan bahwa pelaku diduga kerap menjadi sasaran perundungan oleh rekan-rekannya. Aksi pelemparan botol berisi bahan bakar tersebut disinyalir sebagai bentuk perlawanan atau balas dendam kepada siswa-siswa yang sering menyudutkannya.

“Cerita dari keponakan saya yang sekolah di sana, pelakunya sering di-bully. Dia bawa bom molotov lalu dilempar ke arah kelas yang ada anak-anak yang sering merundungnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Akibat insiden ini, pihak sekolah sempat memulangkan siswa lebih awal karena situasi yang mencekam, meski api tidak sempat merambat ke bangunan utama.

Menanggapi kabar yang beredar, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai motif perundungan tersebut. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menegaskan bahwa tim penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Inafis Satreskrim.

"Kami masih melakukan proses pemeriksaan untuk mengungkap motif pastinya. Terduga pelaku sudah diamankan dan situasi saat ini sudah dalam kendali," jelas Ade. Kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi lebih jauh atau terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari hasil penyidikan.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kubu Raya, mengingat dampak psikologis perundungan yang dapat memicu tindakan ekstrem. Pihak kepolisian menjamin penanganan kasus akan dilakukan secara transparan, sementara masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terkait sistem pengawasan siswa di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang. (bar)

Editor : Indra Zakaria