Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bandara Mulai Padat, Tapi Kenaikan Penumpang Belum Signifikan

izak-Indra Zakaria • Jumat, 31 Mei 2019 - 16:29 WIB

BANJARBARU - H-6 Lebaran Kamis (30/5) kemarin, jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor mulai beranjak naik. Berdasarkan data dari posko terpadu, kenaikan pengguna jasa pesawat terjadi sejak Rabu (28/5) tadi.

Namun, bertambahnya penumpang masih belum signifikan. Dalam dua hari terakhir cuma naik sekitar seribu orang saban harinya. Pada Senin (27/5) misalnya, total penumpang yang berangkat dan datang tercatat 7.132. Lalu, naik menjadi 8.447 di hari berikutnya (28/5). Kemudian, Rabu (29/5) naik lagi jadi 9.733.

Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra mengatakan, jumlah penumpang mulai mengalami kenaikan lantaran musim libur sudah tiba. "Sesuai prediksi kami, pada H-7 Lebaran jumlah penumpang mulai naik. Karena libur telah tiba," katanya.

Armanto, salah seorang calon penumpang, saat ditemui Radar Banjarmasin di Bandara Syamsudin Noor mengaku baru ingin mudik karena menunggu kerja dilibur. "Iya baru bisa mudik, lantaran menunggu kerja libur," ucapnya.

Dia mengaku pulang kampung ke Bandung. Namun, harus naik pesawat jurusan Jakarta. Sebab, pesawat rute langsung ke Bandung sudah penuh. "Nanti dari Jakarta naik bus ke Bandung," ujarnya.

Armanto merupakan karyawan salah satu perusahaan tambang batubara di Buntok, Kalteng. Dia memutuskan mudik dari Bandara Syamsudin Noor karena harga tiketnya lebih murah, dibandingkan melalui Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

"Kalau dari Palangkaraya tiket ke Jakarta Rp6 jutaan. Sedangkan dari sini (Bandara Syamsudin Noor) hanya Rp4 jutaan," bebernya.

Meski jumlah penumpang mulai beranjak naik, namun General Manajer (GM) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty menyebut pengguna jasa maskapai penerbangan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

"Penumpang turun sekitar 25 sampai 30 persen. Biasanya setiap harinya mencapai kisaran 10 ribu orang. Saat ini tercatat hanya tujuh ribu orang saja perharinya," paparnya.

Dia menduga, penurunan jumlah penumpang terjadi diakibatkan oleh masih tingginya harga tiket pesawat.

"Kami berharap dalam beberapa waktu ke depan harga tiket maskapai penerbangan bisa segera turun. Sehingga dapat menaikkan jumlah penumpang," harapnya.

Disinggung kapan kira-kira puncak arus mudik Lebaran terjadi. Indah memprediksi, kenaikan penumpang mencapai puncaknya pada saat cuti bersama.

"Puncak arus mudik kemungkinan terjadi pada Sabtu (1/6) dan Minggu (2/6) nanti,” terangnya.

Untuk bisa melayani penumpang secara maksimal, Bandara Syamsudin Noor Selasa (28/5) tadi secara resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019. Posko rencananya beroperasi selama 16 hari, terhitung mulai 29 Mei sampai dengan 13 Juni 2019.

"Meskipun pada semester pertama 2019 terdapat kecenderungan negatif dalam pertumbuhan jumlah penumpang, kami tetap memprioritaskan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa dan terus mendoakan agar kondisi penerbangan dapat segera pulih," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kalsel, Siti Aisyah menuturkan, saat ini tiket hampir di seluruh jurusan sudah habis terjual. "Kalau mau beli tiket untuk penerbangan H-7 sampai H-1 Lebaran sekarang sudah sulit. Karena, semua sudah dibooking," ungkapnya.

Menurutnya, harga tiket mahal tak mempengaruhi jumlah penumpang lantaran di Kalsel banyak warga pendatang yang pulang kampung.

"Kalau orang asli Kalsel kemungkinan sedikit yang pergi menggunakan pesawat. Kebanyakan para pendatang yang mudik," pungkasnya. (ris/ay/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#mudik lebaran #lebaran