BANJARMASIN – Tidak murah menyelenggarakan pemilihan wali kota. Namun, anggaran pilkada di Banjarmasin dipastikan aman. Sejak jauh-jauh hari Pemko Banjarmasin telah mencicilnya.
Pilkada Banjarmasin tahun 2020 nanti diperkirakan menelan dana Rp33 miliar. "Dana (cicilan, Red) pilkada itu kami kumpulkan dalam Perda Dana Cadangan, tiga tahun anggaran sejak tahun 2017," terang Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Menurut Ibnu, cara cicil dengan menggunakan perda dana cadangan sangat efektif. Dibandingkan mempersiapkan Rp33 miliar dalam satu tahun anggaran. "Biasanya memang disiapkan tiga tahun anggaran. Supaya tidak mengganggu prioritas pembangunan lainnya," ucapnya.
Sementara sudah berhasil terkumpul Rp20 miliar. Sepuluh miliar setiap tahunnya. “Tahun 2019 ini kami mengalokasikan sisanya menjadi Rp33 miliar. Plus untuk anggaran KPU dan Bawaslu," jelas Ibnu.
Ibnu menerangkan persiapan dana ini tidak terlalu jauh beda dengan yang diajukan oleh KPU Banjarmasin. "Karena jumlah pemilih juga tidak terlalu banyak peningkatan," sebutnya.
Ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur juga mengakui hal itu. "Kami sudah menyerahkan pengajuan aggaran ke Pemko Banjarmasin sebesar Rp32 miliar," kata Gusti Makmur.
Gusti masih belum bisa memastikan kapan tahapan Pilkada 2020 akan dimulai. Mereka belum mendapat petunjuk resmi dari KPU pusat.
“Tapi, pada akhir September nanti sudah dimulai perekrutan PPK dan PPS untuk mempersiapkan Pilkada 2020," tuntasnya.(mr-154/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin