BANJARBARU - Saat ini, Kota Banjarbaru diwacanakan juga bakal menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Menyusul ada pembahasan dari Pemprov Kalsel, agar tiga daerah penyangga Kota Banjarmasin untuk mengajukan PSBB juga.
Tiga daerah ini adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola. Pemko Banjarbaru belakangan juga diminta untuk menyiapkan data-data oleh pihak Provinsi terkait hal ini. Apalagi menurut Walikota, Nadjmi Adhani, di kota ini sudah terjadi transmisi lokal Covid-19.
Wacana PSBB ini pun ditanggapi kalangan Legislatif, seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Nafsiani Samandi. "Kita memahami pandemi semakin meningkat, dari (positif) 2 orang naik sampai 11. Kalau ada langkah untuk PSBB, maka sebelum pengajuan harus dibahas secara rinci dulu," nilainya.
Penting juga kata Nafsiani, PSBB disesuaikan dengan karakteristik daerah sendiri. Termasuk dalam penindakan hukum yang bakal diberlakukan.
Senada, HR Budimansyah, Ketua Komisi 1 DPRD Banjarbaru yang bermitra dengan instansi kesehatan di Banjarbaru, mengingatkan pemko jangan latah dalam menerapkan PSBB.
"PSBB memang laik diterapkan di Banjarbaru. Tapi bukan seluruh kota, kami melihat jika memang harus diterapkan, bisa tingkat kelurahan, bahkan di RT yang daerahnya sudah terpapar," katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, PSBB kota punya konsekuensi yang besar. Khususnya soal kesiapan anggaran jaring pengaman sosial ekonomi terhadap warga terdampak. Apalagi ujarnya, sampai sekarang belum ada hitung-hitungan berapa anggaran yang harus disiapkan untuk PSBB di Banjarbaru.
"Makanya besok (hari ini) kita ada undangan rapat dengan Pemko terkait kesiapan anggaran ini, kita akan bahas," tambahnya.
Budi juga turut mengingatkan, agar masyarakat dapat mematuhi anjuran dan imbauan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. "Misalnya PSBB harus diberlakukan, tetapi masyarakat tetap tak kooperatif, tidak akan efektif. Jadi saya memohon agar masyarakat juga turut membantu pemerintah dalam menangani ini," pungkasnya.
Terpisah, soal perkembangan terbaru terkait wacana PSBB di Kota Idaman, Jubir Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza menyebut masih dalam tahapan koordinasi.
"Sampai hari ini masih berkoordinasi dengan Pemprov Kalsel serta dua daerah (Banjar & Batola). Mungkin dalam proses ke sana (penerapan PSBB)," jawabnya singkat. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin