BANJARMASIN - Selama PSBB, Pemko Banjarmasin akan menyalurkan 30 ribu paket sembako bagi warga yang menderita dampak ekonomi dari pandemi.
Berdasarkan catatan Dinas Sosial Banjarmasin, setidaknya sudah 28 ribu warga yang terdampak wabah. Jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.
Mereka ini berpotensi menjadi warga miskin baru. Lantaran kehilangan penghasilan. Ada karyawan yang terkena PHK, hingga pedagang kecil yang lapaknya sepi.
Hingga saat ini Dinsos masih mendata. Memastikan semua warga yang berhak ter-cover. Mereka juga memperkenankan bagi siapa saja untuk melaporkan diri.
“Yang tidak terdata silakan datang Dinsos. Akan kami validasi. Apakah berhak menerima bantuan atau tidak,” kata Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto.
Intinya, Dinsos ingin memastikan tak ada yang tercecer. Apalagi salah sasaran. Agar tak ada kecemburuan sosial.
Paket sembako yang diberikan memang sederhana. Tapi penting untuk kebutuhan sehari-hari. Yakni berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, satu kaleng susu, enam bungkus mi instan serta satu kotak teh celup. Selain itu juga ada bantuan uang tunai. Nominalnya sebesar Rp250 ribu.
Sekali lagi Iwan mengingatkan, bahwa mereka yang berhak menerima paket sembako ini adalah yang terdampak COVID-19. Bukan warga miskin di BDT (Basis Data Terpadu).
“Jadi bukan penerima bantuan PKH, BPNT dan bantuan langsung tunai lainnya,” jelasnya. Mengapa begitu? Karena mereka sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Komisi IV DPRD Banjarmasin meminta agar kuota bantuan sembako ditambah. Setidaknya sesuai dengan jumlah kelurahan di kota ini, yakni 52 kelurahan.
“Kalau ditambah 25 ribu paket, jika ditotal paket sembako yang dibagikan mencapai 55 ribu paket. Sehingga satu kelurahan akan mendapatkan masing-masing 10 ribu paket,” kata Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali. (nur/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin