Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Banjar Jadi Medan Tersengit, KPPS Wajib Lebih Teliti Agar Tak Jadi Bahan Laporan Lagi

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-06-09 12:19:17
JANGAN SAMPAI LENGAH: Simulasi pencoblosan Pilkada 2020 di halaman Gedung Sultan Suriansyah pada 2020 lalu. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN
JANGAN SAMPAI LENGAH: Simulasi pencoblosan Pilkada 2020 di halaman Gedung Sultan Suriansyah pada 2020 lalu. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Akhir permainan yang paling menentukan ditentukan hari ini. Sebanyak 266.757 pemilih akan menentukan nasib seluruh Kalimantan Selatan.

Para pemilih ini tersebar di 7 kecamatan yang meliputi di Kabupaten Banjar, Tapin dan Banjarmasin. Menengok ke belakang, usai keputusan MK, pasangan Denny Indrayana-Difriadi unggul 22.289 suara dari petahana Sahbirin Noor-Muhidin.

Dari data KPU Kalsel, pada pemungutan suara 9 Desember 2020 lalu, tujuh kecamatan yang menggelar PSU semuanya dimenangkan pasangan calon nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin. Contohnya di Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin. Di sini terdapat 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang pada saat itu, paslon 1 meraih suara 6.027. Sementara paslon 2 mendapat 190 suara.

Sementara, di Banjarmasin Selatan, saat pemungutan suara lalu, paslon 1 juga memperoleh suara terbanyak dengan perolehan 28.950 suara, sedangkan paslon 2 Denny Indrayana - Difriadi memperoleh 26.724 suara.

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Banjar. Di Kecamatan Sambung Makmur, paslon 1 saat itu unggul dengan memperoleh suara sebanyak 5.968 suara, sementara paslon 2 mendapat 1.073 suara. Keunggulan paslon 1 juga terdapat di Kecamatan Martapura, di mana paslon 1 unggul dengan perolehan suara sebanyak 27.082, sementara paslon 2 memperoleh sebanyak 24.562 suara.

Begitu pula di Kecamatan Astambul, paslon 1 memperoleh sebanyak 12.396 suara. Sedangkan paslon 2 memperoleh sebanyak 6.719 suara. Kemenangan juga saat itu diperoleh paslon 1 di Kecamatan Aluh-Aluh, di sana paslon 1 memperoleh suara 9.749 suara, sedangkan paslon 2 memperoleh sebanyak 4.931 suara.

Suara signifikan juga diperoleh oleh paslon 1 di Kecamatan Mataraman, perolehan yang didapat pasangan ini di pemungutan suara sebelumnya sebanyak 9.182. Sedangkan paslon 2 memperoleh sebanyak 4.739 suara.

 Perolehan ini tentu masih sangat berpeluang berubah. Mengingat sifat pemilih yang kerap berubah. Para calon mengincar kantong-kantong suara terbanyak yang masih bisa goyah.

Salah satu yang paling menentukan adalah pemilih di Kabupaten Banjar. Jumlah DPT termasuk DPPh dan DPTb di kantong suara tradisional ini sebanyak 155.532. Sementara di Banjarmasin Selatan jumlah pemilih yang memiliki hak suara sebanyak 108.571. Sedangkan di Kabupaten Tapin jumlah pemilihnya hanya sebanyak 6.401 orang.

Melihat jumlah pemilih di atas, tentu persaingan ketat akan terjadi di dua daerah. Yakni Kabuten Banjar dan Kota Banjarmasin. Mampukah paslon 1 mempertahankan kemenangan mereka di 7 kecamatan ini? “Kuncinya partisipasi pemilih untuk mempertahankan kemenangan lalu,” ujar pengamat politik Fisip ULM, Mahyuni kemarin.

Dituturkannya, persaingan yang betul-betul terjadi di PSU hari ini adalah di Kabupaten Banjar. Pasalnya, melihat basis dukungan di dua wilayah lain, yakni Banjarmasin Selatan dan Binuang adalah basis suara petahana.

Petahana sudah memiliki modal untuk mengejar ketertinggalan perolehan suara saat ini dari dua wilayah itu. Penentuanya hanya di Kabupaten Banjar.

Meski demikian perlu berhari-hati. Terlalu berharap Kabupaten Banjar bisa berpeluang lepas Banjarmasin dan Binuang. “Kalau lepas Banjarmasin dan Binuang, tentu akan susah mengejar ketertinggalan,” ujar Mahyuni menganalisa. 

KPPS Harus Lebih Teliti

Tak ingin dijadikan bahan laporan kembali, KPU RI mewanti-wanti jajaran mereka untuk bekerja lebih teliti dan mengedepankan integritas saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel hari ini.

Ketua KPU RI, Ilham Saputra mengaku PSU ini cukup menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak, tak hanya menyiapkan logistik, KPU juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) kembali untuk pelaksanaan di lapangan. “Jangan sampai ada lagi gugatan yang karena dilatarbelakangi pekerjaan tak benar,” ujarnya kemarin.

Dia secara tegas juga meminta kepada jajarannya, ketika ada persoalan segera berkoordinasi dengan Bawaslu. “Pastikan juga pemilih yang memiliki hak pilih terakomodir,” tegasnya.

Ilham berharap sekali, pelaksanaan PSU hari ini berjalan aman, lancar dan tak ada lagi PSU kembali. “Saya datang kesini untuk memastikan kelancaran besok (hari ini). Semoga tak ada halangan dan Pilgub Kalsel berjalan lancar sampai penetapan,” harapnya.

Di sisi lain, Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari mengingatkan kepada jajaran KPPS untuk selalu cermat, baik dalam hal kecil pun. Seperti melaksanakan terlebih dulu sumpah sebelum pelaksanaan pemungutan suara. “Hal kecil seperti ini jangan sampai terlewat karena bisa berdampak besar,” ingatnya.

Selain itu sebutnya, Anggota KPPS jangan sampai digantikan sementara oleh orang lain ketika saat pelaksanaan. Kejadian ini sempat terjadi di luar Kalimantan, dimana saat itu anggota KPPS digantikan sebentar oleh orangtuanya yang kebetulan menjadi saksi. “Ini sudah tak benar. Jangan sampai ini terjadi di Kalsel. Dampaknya nanti akan dijadikan bahan laporan gugatan kembali,” ucapnya.

Pihaknya sendiri menyatakan sudah mencermati poin-poin utama yang dipersoalkan saat sidag gugatan di MK lalu. “Kecermatan dan kehati-hatian yang paling utama. Dari pemilih yang hadir, surat suara digunakan, sampai dokumentasi hasil jangan sampai terjadi kesalahan,” tutur Hasyim.

Bawaslu RI mengingatkan, potensi pelanggaran masih berpeluang terjadi. Seperti pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali, pemilih yang tidak menggunakan formulir undangan dan tak membawa E-KTP atau surat keterangan, pemberian hak pilih di luar DPT hingga kejadian khusus atau keberatan yang tidak dituangkan dalam formulir keberatan serta pelanggaran protokol kesehatan dan politik uang.

“Potensi pelanggaran tentu masih ada. Tinggal bagaimana nanti kecermatan petugas. Kami (Bawaslu) akan selalu mengawasi setiap kejadian,” terang Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Banjarmasin, M Yasar menjanjikan, pengawas TPS akan berjaga lebih dini di pintu masuk. Hal ini mengantisipasi kejadian saat PSU Pilwali Banjarmasin lalu yang terdapat 10 pemilih di luar TPS. “Kemarin menjadi pelajaran kami juga. Pengawas TPS kami intruksikan sebelum TPS di buka sudah datang,” katanya kemarin. (mof/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#PSU Pemungutan Suara Ulang