Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Banjarmasin mengalami lonjakan. Bahkan sudah muncul satu kasus kematian.
Merespons itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menertibkan surat edaran (SE). Ditujukan ke semua kecamatan dan kelurahan. Isinya, seruan agar masyarakat turun bergotong royong membersihkan lingkungan dari sarang jentik nyamuk. "Cara paling efektif untuk menekan kasus DBD adalah memberantas sarang nyamuk.
Membersihkan lingkungan dan menebar bubuk abate. Makanya wali kota mengeluarkan edaran itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, dr Tabiun Huda, Rabu (7/2).
DBD dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Berbeda dengan nyamuk lain, jentik nyamuk ini berkembang biak di penampungan air yang bersih. Wabah ini selalu muncul di musim hujan. "Makanya tempat-tempat nyamuk bertelur itu yang diberantas," tambahnya.
Gejala DBD adalah demam tinggi hingga 40 derajat. Demam terus menerus selama tiga hari berturut-turut. Jika kondisinya sudah begitu, maka lekas dibawa ke rumah sakit.
"Demam tidak turun-turun meskipun sudah minum obat. Segera bawa ke rumah sakit dan periksa darah. Kalau positif DBD, bisa secepatnya ditangani," pungkas Tabiun.
Terpisah, Camat Banjarmasin Barat, Ibnu Sabil mengaku sudah meminta para lurah untuk mengerahkan para ketua rukun tetangga (RT) untuk menggelar gotong royong.
"Edaran itu sudah disebar ke sembilan lurah di Banjarmasin Barat," ujar Ibnu. Saat ini, jumlah kasus DBD telah meningkat dari 17 kasus menjadi 22 kasus. Dengan satu kasus kematian di Telaga Biru, Banjarmasin Barat pada akhir pekan tadi (4/2). (*)
Editor : Indra Zakaria