Dua unit posko yang ada belum difungsikan sebagaimana mestinya. Posko itu kosong dan terkunci. Baik itu posko yang berada di samping Jembatan 9 November, maupun posko lalu lintas yang berada dekat Jembatan Sulawesi. Dikonfirmasi kemarin, Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengakui masih ada pedagang yang memakai bahu jalan untuk berjualan.
"Alasan mereka karena panas. Tapi sudah kami tegur. Dan berkali-kali juga kami tertibkan," ujarnya. "Sebagian lapaknya kami angkut dan amankan di kantor. Becak juga ada," tegasnya. Namun karena jumlahnya banyak sekali, maka tidak semuanya bisa tertangani.
Soal pengawasan, Muzaiyin mengklaim sudah berjalan sebagaimana mestinya. Petugas gabungan berjaga sejak pukul 06.00 hingga pukul 12.00 Wita. "Tidak bisa seharian penuh," ujarnya. "Memang, saat petugas ada pedagang tampak tertib. Ketika petugas pergi mereka kembali berulah," keluhnya.
Muzaiyin mengharapkan kesadaran pedagang untuk mematuhi aturan yang sudah disepakati. "Agar sama-sama nyaman," tutupnya.
Terpisha, Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Banjarmasin, Umar mengaku sudah berkali-kali menindak pengunjung pasar yang bertransaksi di atas kendaraannya.
Padahal, kantong parkirnya tidak jauh. "Posisinya ada di depan dan di tengah-tengah pasar," katanya.
Umar juga berharap pada kesadaran pengunjung pasar. Karena petugas tidak bisa seharian penuh berjaga di situ."Soal ini akan kami angkat lagi di forum lalu lintas," janjinya. (*)