Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jauh Dari Ideal, 1,7 Juta Hektare Hanya Dikaver 120 Polhut

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Kamis, 3 Januari 2019 - 20:23 WIB

BANJARMASIN - Jumlah polisi kehutanan (Polhut) Kalsel ditengarai masih jauh dari ideal untuk menangani luas hutan. Rasio 1,7 juta hektare ternyata hanya dikaver oleh 120 orang Polhut.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Idealnya setiap 5000 hektare dijaga satu orang Polhut.

“Kalau 1,7 juta hektare idealnya diperlukan 300 orang Polisi Kehutanan,” kata Hanif, usai melantik Kepala Resort Pengelolaan Hutan (KRPH) dan Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) di Taman Kiram, Kabupaten Banjar, Senin (31/12).

Tak ingin hutan di Kalsel tak terkawal, pihaknya kemudian merekrut TKPH yang digaji melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Jumlah TKPH sendiri tak sebanyak yang diharapkan. Dari yang diminta sebanyak 100 orang, yang disetujui hanya 60 orang saja. “Ini perekrutan tahun 2018. Tahun 2019 rencananya akan ditambah untuk melengkapi 100 orang tersebut,” cetusnya.

Usulan penambahan TKPH sendiri tak gampang. Ini adalah pengangkatan tenaga kontrak satu-satunya di Indonesia. Perekrutan mereka disimpulkan dari analisa efektivitas penjagaan dan perawatan hutan hingga pengembangan hutan lestari.

Dalam pembangunan hutan lestari ada dua fokus yang akan dilakukan pihaknya. Pertama, penanggulangan lahan kritis, yang kedua adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui skema revolusi hijau.

Dia mengungkapkan, lahan kritis di Kalsel mencapai 511 hektare. Angka itu mengalami penurunan dari 614 hektare lahan kritis pada tahun 2017 lalu.

Hanif mengatakan mengatasi lahan kritis butuh waktu hingga 20 tahun. Itu dengan asumsi ada penanaman seluas 32-34 ribu hektare per tahun. “Makanya tahun 2019 program revolusi hijau kembali ditargetkan penanaman seluas 32-35 ribu hektar di lahan kritis,” terang Hanif.

Gubenur Kalsel Sahbirin Noor mengaku, luasnya hutan Kalsel membutuhkan pengawalan untuk menjaga dan melestarikan hutan. Apalagi hutan sangat penting menopang kehidupan manusia. “Harus ada penambahan penjaga hutan lagi. Ini demi lestarinya hutan di Kalsel,” katanya. (mof/ay/ran)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua umum