BANJARMASIN – Bernyanyi di atas kelotok, Cakra Khan jadi pusat perhatian penonton di Siring Menara Pandang Pierre Tandean. Ini bertepatan dengan opening ceremony Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019, Rabu (6/3) malam.
Apalagi gemerlap lampu warna-warni disuguhkan di panggung megah mengapung di atas Sungai Martapura. Panggung mengapung itu juga digunakan untuk peragaan busana dari puluhan perancang. Mereka menampilkan busana karya masing-masing berbahan kain sasirangan. Selain itu, juga ada tarian-tarian daerah.
Ketika baru muncul, Cakra Khan di atas panggung mengapung berjalan menuju ujung panggung untuk menyapa penonton yang berada di Siring Menara Pandang Pierre Tendean. "Nyanyi bareng ya. Suara kalian terdengar sampai sini kok," kata Cakra Khan.
Penonton dibikin bergemuruh saat Cakra Khan menaiki kelotok sembari menyanyikan lagu Harus Terpisah. Dia juga mengapresiasi penonton Banjarmasin sambil berbicara kepada Wali Kota Banjarmasin.
"Dari jauh saja sudah kedengaran. Suara orang Banjarmasin bagus-bagus ya pak," tuturnya kepada Ibnu Sina.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan kehadiran BSF penting sebagai upaya melestarikan khasanah budaya kain sasirangan. Ini jadi bagian tak terpisahkan dari Kota Banjarmasin. "Alhamdulillah turut dihadiri oleh beberapa pimpinan kepala daerah dari luar Kalimantan Selatan," ucapnya.
Sekitar pukul 22.00 Wita, BSF 2019 dibuka dengan tema Harmoni Warna Warni Budaya Nusantara. Sekretaris Daerah Kalsel, Abdul Haris yang ikut membuka event ini berharap BSF bisa menjadi kalender nasional. Menurutnya, di Kalsel hanya memiliki dua kalender event nasional. Festival Pasar Terapung, dan Arung Jeram Loksado.
"Selanjutnya kami berharap yang ketiga BSF ini bisa menjadi kalender event nasional untuk perwakilan Kalimantan Selatan. Sekaligus menjadikan Banjarmasin semakin terkenal dalam kancah nasional maupun dunia," ucap Abdul Haris.
Opening ceremony BSF tahun 2019 juga dimeriahkan oleh artis ibukota Cakra Khan dengan disaksikan ribuan pasang mata warga Kota Banjarmasin yang sudah memadati Siring Menara Pandang sejak sore hari.
Pada acara megah itu juga dilakukan penobatan Taqiyuddin Malik atau yang lebih dikenal dengan nama Taqy Malik. Hafiz atau penghafal Alquran itu dinobatkan Ibnu Sina sebagai Duta Digital Ambasador Sasirangan.
Ibnu Sina memberikan pesan kepada pemuda kelahiran Banjarmasin ini untuk memperkenalkan kain sasirangan ke kancah nasional, bahkan internasional dengan memberikan jaket beserta syal sasirangan.
“Saya titip, tolong digunakan terus jaket atau syal sasirangan di beberapa kesempatan. Sebagaimana Ambassador atau Duta Sasirangan Digital,” pintanya.
Taqy Malik merasa mendapatkan kehormatan sebagai warga Banua diberi kepercayaan sebagai Duta Sasirangan Digital. “Insya Allah bisa memperkenalkan sasirangan Banjarmasin ke kancah dunia,” ujar Taqy Malik yang tertarik terhadap seni membaca Alquran sejak kelas empat SD ini.
Dia berpesan kepada kawula muda agar terus memberikan inspirasi kepada sesama. Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. “Bukan hanya mumpuni dalam bidang dunia, tapi juga dalam urusan akhirat,” tuntasnya.(mr-154/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin