BANJARMASIN - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto diperkirakan tiba di Martapura pada jam 3 siang, Minggu (10/3) besok. Prabowo akan bergabung bersama jemaah Haul Akbar Guru Sekumpul.
Setelah haul, Ketua Umum Partai Gerindra itu tak langsung beranjak pulang. Prabowo berniat menginap selama satu malam di Kalsel. Terkait lokasi penginapan, ada dua kemungkinan. Di Hotel Golden Tulip di Banjarmasin. Atau di rumah Ketua Badan Pemenangan Daerah 02 Kalsel, Abidin HH di Pulau Sari, Kabupaten Tanah Laut. Keesokan harinya, Senin (11/3), barulah Prabowo kembali menuju bandara.
"Tapi jadwal ini masih tentatif. Sangat mungkin berubah. Karena kami juga masih menunggu-nunggu jadwal resmi dari tim pusat," ungkap Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Daerah Pasangan Prabowo-Sandiaga, Ilham Noor kepada Radar Banjarmasin, kemarin (8/3).
Diceritakannya, jadwal tentatif itu dibuat demi kepentingan pelaporan ke Polda Kalsel. "Jadi bisa saja beliau datang ke Sekumpul lebih siang atau bahkan lebih sore dari jadwal tersebut," imbuhnya.
Anggota DPRD Kalsel itu menjamin, kedatangan Prabowo tak lebih dari sekadar kunjungan acara keagamaan. Tanpa agenda tambahan bernuansa politik. Persis seperti yang telah dilaporkan ke KPU dan Bawaslu Kalsel. "Kami laporkan sebagai kunjungan haul," ujarnya.
Karena itu pula, pihaknya enggan menuntut fasilitas istimewa dari panitia haul. "Intinya datang sebagai jemaah biasa. Seperti orang kebanyakan juga. Makanya kami merasa tak perlu berkoordinasi secara khusus dengan panitia," tukasnya.
Masalahnya, status Prabowo adalah kontestan Pilpres. Otomatis fasilitas pengamanan dari negara melekat atas dirinya selama bepergian. Muncul kekhawatiran, prosedur pengamanan itu bakal merepotkan jemaah dan panitia haul.
Ilham menjamin hal itu takkan terjadi. "Betul, pasti ada pengamanan untuk seorang capres. Begitulah aturan main dari KPU. Tapi kami jamin takkan berlebihan," tegasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kalsel, Iwan Setiawan menekankan bahwa kunjungan Prabowo berada di luar jadwal kampanye terbuka yang disusun oleh KPU. Maka jika ada upaya penyampaian visi dan misi, apalagi ajakan mencoblos, bisa diancam pasal tindak pidana pemilu.
Apalagi lokasi haul ulama kharismatik Kalsel itu tergolong tempat ibadah. Yang wajib steril dari kegiatan kampanye politik. Iwan memastikan, Bawaslu akan mengawasi gerak-gerik Prabowo selama berada di Kalsel.
"Pengawasannya akan melekat. Terutama dari kawan-kawan Bawaslu Banjar dan Bawaslu Banjarbaru. Mereka telah ditugasi untuk mengawasi di lapangan nanti," kata Iwan. (fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin