Kabid Dokkes Polda Kalsel Komisaris Besar Pol dr Erwinn Zainul Hakim mengatakan beban kerja yang melampaui batas adalah faktor utama banyaknya pekerja pemilu yang meninggal. Hal ini disebabkan karena kelelahan, tekanan fisik, tingkat stress tinggi dan makan yang tidak teratur sehingga membuat jantung bekerja lebih ekstra.
"Bisa juga karena kerja nonstop dengan mengonsumsi kopi. Kafein yang terkandung di dalamnya juga bisa menyebabkan jantung bekerja lebih keras, ditambah lagi kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur, " terangnya yang mengatakan faktor-faktor itu berakibat fatal untuk kesehatan para pekerja.
Erwinn mengatakan normalnya jam bekerja seseorang maksimal hanya delapan jam dalam satu hari. Jika melebihi itu tidak disarankan. Pastinya selain memicu human error (kesalahan), waktu kerja yang terlampau panjang bisa berisiko mengganggu kesehatan.
"Kelelahan bisa berdampak buruk pada mereka yang berusia lanjut ataupun punya penyakit seperti hipertensi, diabetes dan lainnya," katanya.
Menurut Erwinn, umumnya yang meninggal bukanlah mereka yang berusia muda. Rata-rata, secara fisik sudah ada permasalahan dengan kesehatan, seperti sumbatan pada pembuluh darah dan itu bisa menyebabkan serangan jantung. Dia menguitp hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine yang menunjukkan adanya kaitan antara penyakit jantung koroner dengan kelelahan bekerja.
"Jadi jantung koroner diketahui sebagai faktor risiko terbesar yang menyebabkan serangan jantung. Setelah menghitung semua faktor risiko lain seperti merokok, usia, dan sejarah keluarga, peneliti menemukan bahwa karyawan yang mengalami kelelahan dalam pekerjaan memiliki risiko penyakit jantung 40 persen lebih tinggi," imbuhnya.(lan/ema)
Editor : berry-Beri Mardiansyah