BANJARMASIN – Kota Banjarmasin mungkin relatif aman dari ancaman bencana alam. Namun, kota yang memiliki banyak sungai ini justru sering menghadapi momok kebakaran. Dari data Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, bulan Agustus lalu sedikitnya 9 peristiwa kebakaran pemukiman telah terjadi.
Angka kejadian bulan tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan pada bulan Juli. Selama bulan Juli terjadi empat kali kebakaran pemukiman. Terakhir, kejadian kebakaran pemukiman di awal bulan ini. Yakni, pada Selasa (3/9) malam di Jalan Sutoyo S Banjarmasin. Api kala itu menghanguskan 5 buah rumah, 2 bedakan dan 3 ruang kelas TK rusak ringan.
Sementara, jika ditotal sejak bulan Januari hingga September ini, kejadian kebakaran pemukiman sudah mencapai 45 kali. Rinciannya pada bulan Januari terjadi 8 kali, Februari 6 kali, Maret 5 kali, April 3 kali, Mei 5 kali, Juni 4 kali, Juli 4 Kali, Agustus 9 kali, dan September 1 kali. “Totalnya sudah terjadi 45 kali,” sebut Kasi Damkar Satpol PP Banjarmasin, Zuliansyah, kemarin.
Tingginya angka kejadian kebakaran pemukiman di kota ini seperti berbanding lurus dengan dengan jumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang ada di Banjarmasin. Dari data pihaknya, BPK swakarasa (swasta) yang resmi terdaftar jumlahnya mencapai 280 unit. Dari semua unit BPK itu, anggotanya mencapai 7.085 orang.
Dari sebanyak 280 BPK swasta di kota ini, alat pemadam yang dimiliki pun berbagai macam. Dari mobil tangki hingga hanya berupa gerobak. Untuk armada tangki yang ada di Banjarmasin jumlahnya mencapai 21 buah. Pikap 266 buah, gerobak 75 buah, unit roda tiga Tossa 8 buah, kelotok 2 buah, ambulans 8 buah dan speedboat 17 buah. “Untuk mesin pompa jumlahnya mencapai 506 buah,” bebernya.
Itu belum armada yang dimiliki Pemko Banjarmasin. Kepala BPBD Kota Banjarmasin Muhammad Hilmi mengungkapkan, 1 mobil tangki dan 1 jenis pikap stanby setiap saat kala terjadi kebakaran.
Untuk diketahui, 1 mobil tangki yang dimiliki pemko ini adalah bantuan dari Jepang pada tahun 1997 lalu. Kala itu sebutnya, Jepang membantu dua unit mobil tangki, salah satunya diserahkan kepada BPK Hippindo.
Hilmi mengatakan, meski tak bisa maksimal mencapai titik api di bangunan tinggi, namun mobil tangki ini masih bisa diandalkan. Menggunakan mesin hidrolik, jangkauan semburan airnya bisa mencapai 30 meter. “Untuk memadamkan bangunan di Banjarmasin masih bisa diandalkan,” sebut Hilmi.
Bahkan, mobil tangki ini, terangnya, tak hanya dapat menyemburkan air untuk memadamkan api. Namun, kelebihannya bisa menyemburkan busa untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan. “Sampai sekarang masih layak dan andal. Tapi kalau bangunan seperti di Hotel Aston masih susah, karena tak memakai tangga seperti milik pemprov,” tandasnya.
Kebakaran sendiri tak pandang bangunan. Selain pemukiman, si jago merah bisa saja membakar bangunan tinggi atau gedung. Untungnya, sampai sekarang kebakaran bangunan tinggi di kota ini tak pernah terjadi.
Salah satu bangunan tinggi yang ada di Banjarmasin adalah Kantor Dirjen Pajak (DJP) Kalselteng di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Memiliki 9 lantai, bangunan ini sangat rawan jika terjadi kebakaran di lantai tertinggi. Sementara, armada yang ada tak bisa menjangkau titik api.
Diterangkan Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Kalselteng, Adriana Hermawati Koraag, antisipasi kebakaran gedung sudah dilakukan sejak berdirinya bangunan. Setiap lantai terdapat alat pemadam ringan.
Selain itu, tersedianya hidran dan alat yang otomatis mengeluarkan debit air ketika terdeteksi ada api. “Masing-masing lantai bangunan juga disediakan jalur evakuasi dengan 2 pintu darurat,” beber Adriana kemarin.
Menurut Adriana, setiap bangunan tinggi, apalagi di dalamnya terdapat berkas-berkas penting, tentu hal utama adalah mengantisipasi dari hal-hal yang tak diinginkan. Salah satunya kebakaran.
Mengantisipasi ini, aturan kantor sangat tegas. Yakni menerapkan larangan merokok di dalam lingkungan kantor. “SOP ketika terjadinya musibah kebakaran sudah berjalan. Apalagi kami melakukan patroli setiap 1-2 jam pada saat hari libur,” tandasnya. (mof/tof/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin