BANJARMASIN- Kabar duka menyelimuti masyarakat Hulu Sungai Tengah (HST). Mantan Bupati HST periode 2010-2015, Harun Nurrasyid menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, Rabu (4/11) sekitar pukul 20.15 wita. Harun meninggal di usia 59 tahun.
Kepergian Harun terkesan tiba-tiba. Pihak keluarga bahkan tidak merasakan firasat apapun, sebab beberapa hari sebelumnya Harun masih menjalankan rutinitas kesehariannya.
"Beliau sehat-sehat saja. Tidak ada tanda-tanda sakit. Masih berolahraga, masih salat ke masjid. Semua keluarga ditinggalkan begitu saja," kata salah seorang keluarga almarhum yang tak ingin namanya dikorankan.
Sebelumnya, pada hari Selasa (3/11) mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kertanegara itu memang mengeluh merasakan sesak di dada kirinya. Saat dilarikan ke ruang IGD, keadaan Harun sempat membaik. Kemudian dipindahkan ke ruang ICU selama satu malam. Nasib berkata lain, esoknya Harun meninggal dunia.
"Beliau itu jarang sakit. Jarang sekali mengeluh sakit. Keluarga langsung saja membawa sidin ke sini (RS Sari Mulia), emang nggak ada penyakit yang serius. Tiba-tiba sidin sudah nggak ada seluruh keluarga merasa syok. Minta doa semuanya," pungkasnya.
Imi, salah satu kerabat almarhum mengatakan, terakhir kali dirinya bertemu dengan Harun saat berkunjung ke Yayasan At Tin di Kecamatan Haruyan. Saat itu, dia mendapat kabar bahwa Harun masuk rumah sakit pada Jumat, (22/11) lalu.
“Yang saya tahu, beliau memiliki penyakit kolesterol dan jantung,” ucapnya, ketika ditemui di rumah duka, di Barabai kemarin.
Pantauan Radar Banjarmasin tadi malam, rumah duka yang berada di Barabai nampak sepi. Imi mengatakan bahwa jenazah tadi malam langsung dibawa ke Desa Lok Buntar Kecamatan Haruyan. “Kemungkinan, juga akan dimakamkan di sana,” bebernya.
Harun kelahiran 12 Desember 1960 menikah dengan Hj Tintainah dan dikaruniai empat orang anak. Mereka Haryatin Suci Paratiwi, Suryatin Hidayah, Rahma Novita Pura
dan Hartina Fajar Damayanti.
Harun adalah seorang pejabat karir di Kalimantan Timur sebelum kemudian pulang kampung dan mencalonkan diri menjadi bupati. Ia berpasangan dengan Fakih Jarjani memenangkan Pilkada di HST. pada pencalonan dirinya yang kedua, Harun dikalahkan pasangan Abdul Latif dan A Chairansyah.
Pada 2020 mendatang, Harun berencana akan kembali ke dunia politik dan menjadi salah satu calon terkuat Pilkada. Ia bahkan sudah melamar ke sejumlah partai politik. Sayangnya, nasib berkata lain.
Selamat jalan, Pak Harun...(mal/war/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin