BANJARBARU - The Jewel of Borneo. itulah sebutan yang disematkan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I Faik Fahmi kepada bandara baru Syamsudin Noor. Permata Kalimantan menurut Faik, adalah perlambang kemegahan sekaligus kekayaan bumi Kalimantan yang terlihat pada desain terminal baru bandara yang menyerupai intan permata.
“Ini adalah bandara impian masyarakat Kalimantan Selatan. Dengan bangga kami menyebutnya sebagai Jewel of Borneo, karena desainnya menyerupai intan pada seluruh unsur bangunannya,” katanya.
Hari ini memang menjadi hari yang bersejarah bagi dunia transportasi di Kalsel. Terminal baru Bandara Syamsudin Noor yang telah ditunggu-tunggu semua pihak akhirnya dibuka. Lebih hebat lagi, setelah sekian lama penantian, bandara ini akhirnya berstandar internasional.
Sebagai bayangan bagi Anda yang belum memiliki kesempatan untuk melihat bandara baru ini, terminal baru Bandara Syamsudin Noor memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi. Kapasitasnya mencapai 7 juta penumpang per tahun, 5 kali lebih besar dari terminal lama.
Terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.
Dibangun pula terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. Sedangkan apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body.
PT Angkasa Pura I (Persero) telah melakukan segalanya untuk persiapan peluncuran hari ini. Agar semua tidak kaget karena tiba-tiba pindah, mereka menggelar simulasi operasional terminal baru Bandara Syamsudin Noor pada Sabtu (7/12).
Simulasi yang dilakukan melibatkan ratusan karyawan yang berperan sebagai seluruh stakeholder operasional penerbangan. Mulai dari penumpang, petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling dan instansi terkait seperti bea cukai dan imigrasi.
Simulasi sendiri dimulai dari perjalanan penumpang dari Kota Banjarmasin dan Banjarbaru menuju terminal baru dengan tujuan percobaan transportasi darat. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan bagasi pertama dan terakhir. Serta, alur kedatangan dan keberangkatan penumpang. Kemudian, alur barang di terminal dan alur kendaraan di area sisi darat.
Sementara, simulasi pada operasional sisi udara meliputi proses docking dan undocking garbarata. Lalu, pencatatan data pergerakan pesawat, pemeriksaan waktu block off to holding, pemeriksaan waktu block on to holding, make up baggage flow, dan breakdown baggage flow.
Dari sisi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKPPK), hal yang disimulasikan adalah penggunaan hydrant, jalur evakuasi darurat di terminal dan bangunan penunjang. Serta, lokasi penting keadaan darurat.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, simulasi yang mereka lakukan merupakan persiapan final sebelum mengoperasikan terminal baru.
“Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat agar persiapan final ini dapat berjalan lancar, sehingga bandara sebagai ikon baru kebanggaan masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan ini dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor sendiri merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan oleh pemerintah kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi.
Proyek tersebut terdiri dari pembangunan sisi darat, yang meliputi pembangunan terminal baru dan gedung kargo serta pembangunan sisi udara yang meliputi perluasan apron.
Sehari kemudian, setelah semua usaha telah dilakukan, Angkasa Pura menggelar doa bersama 2.000 anak yatim di area keberangkatan terminal baru. Merayakan kegembiraan karena semua pekerjaan bertahun-tahun akhirnya rampung, mereka mengundang ribuan anak yatim. Pemandangan mengharukan pun tercipta, para anak yatim ini mengisi seantero bangunan bandara baru.
Faik Fahmi mengatakan doa bersama yang mereka gelar merupakan bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor. "Harapan kami, operasional terminal baru bandara kebanggaan masyarakat Kalsel ini berjalan lancar. Serta membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, kemarin (9/12) lalu lalang perpindahan dari terminal lama ke terminal baru sudah tampak terlihat. Mulai dari pos loket parkir hingga konter maskapai yang selama ini berlokasi di terminal lama.
Selain konter maskapai. Yang terpantau proses pemindahan adalah beberapa tenant produk atau jualan yang selama ini turut beroperasi di terminal lama.
Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor, Aditya Putra Patria mengatakan persiapan launching telah siap. Tadi malam semua fasilitas telah diboyong atau dipindah ke terminal baru. "Benar, semua sudah diangkut atau dipindah dari terminal lama ke terminal baru," katanya kemarin.
Kemudian, untuk operasional baik dari kedatangan maupun keberangkatan katanya juga per tanggal 10 Desember 2019 sudah dilakukan di terminal yang teranyar.
Untuk mengantisipasi apabila ada calon penumpang yang masih datang ke terminal lama. Pihaknya katanya turut menyediakan angkutan dari bandara lama ke bandara baru.
"Kalau ada yang stand by di Bandara Lama kita sediakan angkutan. Jumlahnya mungkin satu atau dua unit. Tapi kita harap masyarakat sudah mengetahui soal operasional di terminal baru ini," sebutnya.
Ditanya soal proses perpindahan dengan aktivitas di terminal lama. Aditya memastikan bahwa tahapan perpindahan ini tidak akan mengganggu aktivitas yang berjalan. Termasuk para penumpang, baik yang mau berangkat atau datang.
"Intinya perpindahan pasti rampung malam ini juga dan besok siap dioperasionalkan. Ini sudah penerbangan terakhir juga, petugas dalam proses perpindahan. Kalau peralatan yang tidak memerlukan set up sudah kita setel di terminal baru," ujarnya.
Senior Manager PT Angkasa Pura I Banjarbaru Alfasyah mengimbau agar masyarakat pengguna jasa bandara untuk bisa datang lebih awal mulai hari ini.
Hal ini katanya kondisi bandara baru cukup berbeda dengan terminal lama yang langsung bisa melakukan check in. "Karena aksesnya lumayan jauh, jadi harus datang lebih awal," katanya.
Kemudian, terminal baru ini ujarnya juga lebih luas dan lebar dari yang lama. Makanya ia mengimbau masyarakat agar bisa datang lebih dulu untuk menghindari keterlambatan penerbangan.
Dilanjutnya, armada sudah dipastikan siaga di terminal lama untuk mengangkut calon penumpang. "Kalau ada masyarakat yang terlanjur datang ke Bandara lama nanti kami antarkan ke Bandara Baru. Jadi ada armada untuk ini," pungkasnya. (rvn/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin