Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jokowi Kaget Saat Tiba di Terminal Baru

miminradar-Radar Banjarmasin • Kamis, 19 Desember 2019 - 22:35 WIB

BANJARMASIN - Usai berkeliling di terminal baru Bandara Syamsudin Noor, wajah Presiden Joko Widodo tampak semringah. Dia mengaku terkejut setelah tak lagi mendarat di bandara lama yang pernah dia singgahi sebelumnya.

“Saya sempat kaget begitu tiba, biasanya di samping, ternyata di terminal yang luas dengan desain bagus,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Dia mengungkapkan, laporan yang didapatnya usai meninjau, pertumbuhan jumlah penumpang di Kalsel sebesar 7 persen. Bahkan dibarengi dengan pertumbuhan penerbangan dari dan ke Kalsel yang sudah mencapai 10 persen tiap tahunnya.

Melihat pertumbuhan yang sangat pesat ini, Jokowi memprediksi 10 tahun kedeapan bandara akan diperluas lagi. “Saya bingung juga, siapa yang datang kesini. Itu artinya bandara ini sangat dibutuhkan,” tukasnya.

Kondisi terminal Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin saat ini kapasitasnya lebih besar delapan kali lipat dari sebelumnya yakni dari 1,3 juta penumpang pertahun menjadi 7 juta penumpang pertahun. Hal ini harapkannya dapat memberi efek pembangunan yang bisa dirasakan masyrakat langsung.

“Bisa dibayangkan, terminal lama hanya seluas 9.000 meter persegi, sekarang luasnya mencapai 77 ribu meter persegi,” ucapnya.

Jokowi menyinggung pula percepatan infrastruktur di eranya sekarang. Menurutnya, persaingan antar negara saat ini sangat sengit. Kalau daya saing kalah, sebutnya jangan mimpi untuk maju. “Ini yang dikejar, termasuk dengan pembangunan bandara ini,” imbuhnya.

Jokowi berpesan agar Pemprov Kalsel dan seluruh pemerintah daerah lainnya di Banua untuk segera membenahi infrastruktur pendukung. Khususnya untuk mengoneksikan bandara ke kawasan industri dan tempat wisata. “Jangan cuma bandara ini yang megah dan bagus. Tapi berdampak langsung ke masyarakat,” cetusnya.

Di akhir sambutan, Jokowi bercerita tentang suksesnya pembangunan bandara ini. Dia ingat betul, gubernur tiga kali menyampaikan kepadanya rencana ekspansi bandara. Saat itu terangnya dia hanya menyampaikan, kalau pemprov serius dengan pembebasan lahan, dia menyambut baik. “Saya beri waktu kala itu 1 tahun untuk membebaskan lahan. Ternyata serius,” terangnya.

Menyulap Bandara Syamsudin Noor menjadi seperti sekarang, bukan seperti membalik telapak tangan. Perjuangannya mulai dari Gubernur Syahril Darham hingga Rudy Ariffin. Kala itu wacana membangun bandara yang lebih refresentatif berjalan lamban meski sudah dilakukan Groundbreaking. Pembangunan selalu berkutat dengan pembebasan lahan.

Baru di era Sahbirin Noor pembangunan mulai terlihat, usai lahan yang begitu sulit dibebaskan, lelang pekerjaan dimulai. Lambannya pekerjaan lalu diakui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Dia mengatakan, permasalahan pembangunan bandara ini tak hanya soal tender. Namun, persoalan lahan. “Tapi kami bangga dan salut komitmen dari Pemprov,” ujarnya.

Keberadaan terminal baru Bandara Syamsudin Noor memang tidak lepas dari Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan, ahbirin Noor. Salah satunya bisa dilihat dari perencanaan dan alokasi anggaran terukur dari Pemprov Kalsel.

Berdasarakan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalimantan Selatan, Pemprov Kalsel secara bertahap mengalokasikan anggaran untuk membangun akses jalan menuju bandara.

Dari tahun 2018 sebesar Rp 22,5 miliar. Tahun 2019 sebesar Rp. 53,8 miliar Sedangkan pada tahun 2020 Pemprov akan mengalokasikan anggaran mencapai Rp 45 miliar.

Tidak hanya sampai di situ, guna menyokong operasional bandara baru, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perhubungan juga menyuntik anggaran untuk pembangunan fasilitas keselamatan (faskes) jalan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Rusdiansyah mengatakan, melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2019 dialokasikan beberapa kegiatan pembangunan penunjang akses bandara yang melewati jalan baru tersebut sebesar Rp 5 miliar.

Pada tahun ini ada sebanyak 58 buah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sedang dibuat di akses menuju Bandara Syamsudin Noor.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang turut mendampingi Jokowi meninjau terminal, terlihat semringah dengan capaian ini. “Ini sejarah baru bagi Banua,” ucapnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, dengan diresmikannya terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor ini akan memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan. “Ada satu prestise karena bandara ini adalah wajah baru kita, suatu kebanggaan masyarakat Kalsel,” ujar Budi.

Sebagai ikon kebanggaan baru masyarakat Kalimantan Selatan, terminal Bandara Syamsudin Noor memadukan kemegahan dan modernitas dengan kekayaan bumi Kalimantan. Seperti pada desain terminal yang menyerupai intan permata dengan bentuk atap mirip perahu jukung.

Berbicara fasilitas, bandara ini dilengkapi peralatan mutakhir berstandar internasional. Selain bangunan terminal seluas 77.569 meter persegi yang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun, apron atau tempat parkir pesawat juga diperluas hingga dapat menampung 14 pesawat. Selain itu, ada 3 unit garbarata, 42 check-in counter, dan 4 baggage conveyor yang tersedia untuk semakin menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

Menarikanya, bandara ini juga menyediakan area parkir kendaraan seluas 36.780 meter persegi yang mampu menampung sebanyak 1.199 kendaraan roda empat dan 720 kendaraan roda dua serta masjid berkapasitas 1.186 jemaah dan terminal kargo baru seluas 3.079 meter persegi berkapasitas 44 ribu ton per tahun.

Sementara, salah seorang penumpang, Widia menuturkan, dia sangat bangga dengan selesainya bandara ini. Menurutnya, sudah saatnya Kalsel memiliki bandara yang megah seperti di Pulau Jawa. “Saya sempat terperangah. Ternyata luas sekali,” ujarnya. (mof/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bandara syamsudin noor