AMUNTAI - Meski kondisi geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) didominasi rawa mencapai 82 persen dari luas daratan yang ada tidak menyurutkan semangat petani untuk bercocok tanam.
Tanaman khas dataran tinggi seperti Pakcoy dan Selada Air bisa tumbuh subur melalui teknik hidroponik di wilayah HSU
Terkait hal ini, terlihat saat orang nomor satu di Kota Amuntai ini melakukan kunjungan ke kebun Percontohan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Amuntai Selatan tepatnya di Desa Telaga Hanyar Kamis (2/1) kemarin.
Di tempat ini, Bupati Wahid melihat langsung teknik budidaya tanaman Pakcoy termasuk Selada Air yang merupakan sayuran bernilai ekonomi sebagai sayur dalam bisnis kebab dan burger.
Bupati Wahid pada kesempatan ini mengatakan teknik Hidroponik dan rakit apung merupakan medis cocok tanam luar biasa. Bahkan teknik rakit apung cocok dikembangkan dalam membantu petani dalam berkebun sebabi geografis HSU yang merupakan perairan rawa.
"Semoga ini dapat berguna untuk mendukung program kawasan pertanian. Agar nanti berimbas pada kesejahteraan petani di wilayah ini," harap Wahid.
Sementara itu, Syarif Fadillah SP selaku penyuluh pertanian lapangan menjelaskan teknik rakit apung ini memungkinkan untuk media dilakukan di atas air. Metode ini hasil panen bisa lebih cepat karena tidak harus mengolah tanah, cukup menyediakan kolam 4,5m x 2m, untuk air tidak perlu dalam cukup sekitar 20 cm.
Kolam tersebut kemudian diberikan pompa seperti di aquarium kecil pada sudut kolam agar sirkulasi pupuk atau nutrisi tanaman bisa lebih merata.
Sebelumnya bibit tanaman disemaikan di spon seukuran dadu yang telah diberi lubang kecil untuk tempat bibit, sekitar seminggu setelah disemai bibit siap dipindahkan ke kolam dan diletakkan sterofom yang diberi lubang seukuran dengan spons untuk meletakkan anak pakcoy. Satu kolam bisa muat 360 lubang tanam.
"Mudah, tidak perlu media tanah, tidak perlu pestisida. Sudah pasti sehat, dan modal teknik rakit apung ini sangat ekonomis dan untungnya bisa dirasakan petani" ujar Syarif. Metode ini tutupnya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani HSU dan tentunya mendukung program HSU Bebas Stunting.
Diketahui pada kesempatan tersebut, Bupati Wahid juga melihat tahapan proses budidaya tanaman Pakcoy mulai dari proses pembibitan, penyiapan media tanam, pemberian nutrisi hingga proses panen. (mar/ema)
Editor : berry-Beri Mardiansyah