BANJARMASIN - Tahun ini, Dinas Sosial Banjarmasin mendapat suntikan anggaran Rp1 miliar lebih dari APBD kota. Alokasi itu khusus untuk mengelola rumah singgah.
Untuk itu, DPRD Banjarmasin mewanti-wanti. Agar dana yang dialokasikan digunakan dengan maksimal. Termasuk merawat penghuni rumah singgah di Jalan Gubernur Subarjo tersebut.
“Banyak saudara kita yang mengalami gangguan jiwa di tampung di sana. Jadi penanganannya harus maksimal, dimanusiawikan betul-betul," ucap anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin, Hari Kartono.
Hari tak sampai hati melihat para penghuni rumah singgah. Apalagi mereka yang mengalami gangguan jiwa. Butuh perhatian lebih untuk memulihkan kejiwaannya. “Apalagi ada yang sudah bertahun-tahun. Membuat kami terenyuh,” tuturnya.
Intinya, Komisi IV ingin agar orang-orang ini mendapat penanganan yang baik. Tak hanya soal fasilitasnya, tapi juga makanan mereka.
“Harus memenuhi standar kesehatan, sehingga mereka bugar dalam menjalani pengobatan,” katanya.
Hari berkomitmen memperjuangkan anggaran untuk peningkatan mutu rumah singgah. Demi kenyamanan penghubinya.
“Karena ini sangat penting juga bagi pembinaan untuk masyarakat yang menghadapi masalah sosial," ucap politikus Partai Gerindra itu.
Dalam waktu dekat, Komisi IV berencana akan mengunjungi tempat tersebut. Guna memastikan penanganan di rumah singgah berjalan baik.
Sementara itu, Kepala Dinsos Banjarmasin Iwan Ristianto mengungkapkan, anggaran untuk pengelolaan rumah singgah di Lingkar Selatan itu tak jauh berbeda dengan 2019 lalu. Uangnya juga digunakan untuk memberi honor petugas di sana. “Termasuk juga pengadaan konsumsi selama setahun,” ungkapnya.
Iwan sepakat jika kualitas penanganan dan pembinaan di rumah singgah harus lebih baik dari sebelumnya. Sejauh ini, anggaran yang dikucurkan itu sudah mencukupi.
Termasuk untuk menjalankan program rehabilitasi para penghuninya. Tak cuma untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa, tapi banyak lagi.
“Ada pula pembinaan bagi anak jalanan, gelandangan, pengemis, bahkan PSK (pekerja seks komersial) yang terjaring razia Satpol PP," tandasnya. (nur/at/fud)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin