]BANJARMASIN - Kasus Covid-19 di Kalsel semakin susah dibendung. Tiap hari penambahan kasus terus terjadi. Sampai kemarin, angkanya sudah mencapai 58 orang yang terkonfirmasi positif mengidap virus corona.
Tambahan ini mulai terjadi di daerah-daerah. Hulu Sungai Selatan yang selama ini nol kasus, kini menjadi zona merah setelah Pemkab HSS mengumumkan kasus pertama di daerahnya. Pengidap Covid-19 ini adalah warga yang sebelumnya masuk orang dalam pemantauan (ODP).
“Hasil swab pagi tadi diterima dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Banjarbaru, hasilnya positif,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Siti Zainab yang didampingi Bupati Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad serta Sekda M Noor, saat jumpa pers, Kamis (16/4) kemarin di kantor bupati setempat.
Warga Kecamatan Padang Batung berjenis kelamin pria berusia 42 tahun dengan kode HBS 9 ini dinyatakan positif setelah hasil swab dkirim dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Litbang.
“Pasien kode HBS 9 ini sudah dimasukkan di ruang isolasi RSUD Brigjen H Hasan Basri Kandangan untuk diberikan perawatan lebih lanjut. Kondisinya saat ini stabil,” sebut perempuan yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) HSS itu seraya mengatakan keluarga pasien juga sudah diisolasi mandiri oleh tim Dinkes.
Pasien kode HBS 9 ini dinyatakan ODP setelah tiba di Kabupaten HSS 22 Maret lalu usai melakukan perjalanan dari Gowa, Sulsel.
Pasien kode HBS 9 sempat dua kali dilakukan rapid tes dan hasilnya tidak reaktif atau negatif. Dia juga tidak mengidap gejala apapun. Sehingga diminta karantina mmandiri di rumah.
“Meski negatif, kami tetap mencurigai, sehingga dilakukan tes swab. Hasilnya terkonfirmasi positif,” tutur Zainab.
Bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa adanya kasus Covid-19 di daerahnya maka otomatis Kabupaten HSS akan berstatus zona merah. Warga diminta jujur jika sudah melakukan perjalanan perjalanan ke luar daerah dengan melaporkan diri ke pihak terkait. “Kejujuran itu sangat penting, kalau jujur maka tidak akan mengorbankan orang lain dan kalau tidak jujur tidak menutup kemungkinan bisa mengorbankan orang lain,” ujarnya.
Penambahan kasus Covid-19 juga datang dari Tabalong. Dua pasien terkonfirmasi positif mengidap corona atas hasil rapid test dan pengujian PCR.
Dua pasien ini sebelumnya berstatus ODP karena pernah kontak dengan pasien positif sebelumnya, yang kini masih dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. "Keduanya memiliki hubungan dengan satu pasien yang sebelumnya telah dinyatakan positif yaitu klaster Gowa," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie
Untuk sementara, keduanya sedang menjalani karantina di rumah singgah Dinas Sosial Kabupaten Tabalong di Jalan Tanjung Selatan. “Karena kondisi keduanya baik-baik saja, maka kami isolasi di rumah singgah dinas sosial,” katanya.
Posisi dua pasien baru tersebut tinggal di Kecamatan Tanjung dan Pugaan. Keberadaan menambah kecamatan zona merah di Tabalong, yang berada di Kecamatan Murung Pudak dan Muara Harus.
Di Hulu Sungai Tengah, tiga warga juga terkonfirmasi positif dari hasil test Swab. Salah satu di antara tiga orang itu merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Belum lama tadi (10/4) Gugus Tugas Covid-19 memeriksa 27 orang klaster Gowa, Dari pemeriksaan rapid test itu, satu orang dinyatakan reaktif Covid-19. Dua orang yang juga suspect adalah ibu serta adiknya.
Direktur RSHD Barabai, Dr Muhammad Asnal yang juga merupakan juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten HST mengatakan pada hasil Swab tiga orang tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif mengidap corona.
"Saat ini, ketiga pasien tersebut masih dikarantina di RSHD Barabai dan masih berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), karena masih terlihat sehat dan tidak menunjukan gejala yang mengarah kepada Covid-19," kata Dr Asnal.
Langkah yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas untuk saat ini akan tetap memantau dan melakukan rapid test per 14 hari kepada 27 orang klaster Gowa yang saat ini masih berstatus orang tanpa gejala (OTG).
Tambahan kasus positif juga datang dari Kota Banjarmasin sebanyak 3 kasus. Banjarbaru yang semula 2 orang menjadi 4 orang. Jika ditotal secara akumulasi ada penambahan 11 kasus positif hingga kemarin.
Penambahan kasus positif boleh dikatakan tak sebanding dengan pasien positif yang dinyatakan sembuh. Dari data Gugus Tugas Covid-19 Kalsel kemarin, pasien terkonfirmasi positif yang dinyatakan sembuh ada tiga orang. Di hari sebelumnya ada 5 orang yang dinyatakan sembuh.
Pasien terkonfirmasi positif yang dinyatakan sembuh kemarin, semuanya datang dari Kota Banjarmasin. Seperti diketahui, lima orang yang sebelumnya dinyatakan sembuh dari Covid-19, dua orang berasal dari Banjarmasin, satu dari Kabupaten Tabalong dan dua orang dari Kabupaten Banjar.
Dikatakan juru bicara gugus tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim bertambahnya pasien terkonfirmasi positif hingga kemarin, setelah keluarnya hasil swab PCR sejumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan. “Pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di rumah sakit rujukan ada 30 orang, sedangkan isolasi mandiri sebanyak 13 orang,” terang Muslim.
Muslim mengatakan pihaknya masih berusaha memutus mata rantai penularan. Selama ini ada lima strategi peningkatan pemutusan penularan dan pencegahan yang dilakukan gugus tugas yang meliputi kegitan penelusuran kontak dari pasien tertular melalui tracking dan pemeriksaan rapid test.
Selain itu gugus tugas meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari penularan seperti memberikan edukasi gaya hidup sehat, termasuk meningkatkan ketahanan tubuh. Strategi lain terangnya adalah meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit rujukan pasien Covid-19. “Salah satu contoh, di RSUD Ulin ditambah ruang isolasi menjadi 55 ruangan dari yang hanya 10 ruangan,” bebernya.
Strategi lain tambahnya adalah, meningkatkan pula faskes di tingat bawah, seperti Puskesmas yang pertama melakukan tracking dan pemeriksaan pasien di daerah. “Juga melakukan kesiagaan kebutuhan pokok dan sistem jaminan sosial kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Muslim.
___
Pemda Siapkan Rumah Isolasi
Pemerintah-pemerintah daerah di Kalsel juga sudah bersiap untuk menampung para pasien OPD. Di Tapin, sebuah rumah isolasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Disdik Tapin disiapkan di Bypass Rantau Kecamatan Tapin Utara. Ada 13 kamar di sana yang dilengkapi dengan fasilitas.
Setiap kamar dilengkapi dua tempat tidur, lemari hingga kipas angin. Bergeser ke luar disediakan tempat untuk cuci tangan, air minum, mesin cuci, televisi hingga kamar mandi dan toilet yang bersih.
Juru Bicara Tim GugusTugas Covid-19 Tapin Alfian Yusuf, menuturkan untuk rumah isolasi tinggal menyiapkan petugas keamanan. "Perawat kita sudah siap. Tinggal diberi pengarahan sedikit," ucap pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tapin.
Setiap hari akan ada 6 perawat yang standby di sana. Mereka dibagi tiga shift, setiap shift akan ada dua orang yang berjaga, menggunakan alat pelindung diri (APD).
"Rencana perawat dari Rumah Sakit Datu Sanggul dan Puskesmas. Khusus puskesmas diutamakan perawat yang warga yang ODP berada di Kecamatan tersebut," tuturnya, seraya berkata dalam satu Minggu akan ada 42 perawat yang standby secara bergantian.
Adapun, yang boleh masuk di rumah isolasi ini nantinya, hanya orang-orang yang bertugas saja. Keluarga yang ingin bertemu sanak keluarganya, bisa melalui videocall."Petugas keamanan baik TNI, Polri dan Satpol PP, yang akan standby menjaga," jelasnya.
___
Jemaah Alumnus Ijtima Ulama Protes
Sementara itu, sekitar enam orang warga yang belum lama tadi ikut acara Ijtima Ulama 2020 di Gowa Sulsel melakukan aksi protes ke kantor Pemkab Kotabaru, Kamis (16/4) kemarin. Mereka mengeluhkan pemberitaan yang dianggap menyudutkan mereka.
Mereka datang ke lobi kantor bupati. Setelah itu, para jemaah ini datang ke penanganan covid di samping halaman kantor. Di sana mereka mengeluh kepada para petugas. Bahwa berita dan sikap pemerintah membuat mereka dikucilkan di masyarakat.
Aksi itu dipicu salah satu judul berita di TV nasional. Bahwa ada lima orang kluster Gowa di Kotabaru yang positif Covid-19. Sebelumya, Pemkab Kotabaru mengungkapkan, ada lima kluster Gowa di Kotabaru yang reaktif saat dites dengan alat rapid.
"Masyarakat salah mengerti. Bukan positif. Tapi reaktif. Perlu tes swab untuk memastikan. Mudahan besok (hari ini) ke luar sudah hasilnya," ujar Plt Kadinkes Kotabaru Ernawati.
Lanjutnya, warga kluster Gowa yang protes pun salah paham. "Mereka kira hanya dari kluster Gowa saja yang kami rapid. Padahal yang lain juga banyak. Walau, semua yang reaktif itu dari kluster Gowa," bebernya.
Sayangnya, tidak ada satu pun warga yang saat itu protes, mau diwawancarai wartawan.
Kasat Binmas Polres Kotabaru AKP Rosadi yang saat itu berada di lokasi, menyampaikan permintaan kepada agar masyarakat jangan pernah mengucilkan orang-orang status ODP. "Sebaliknya, yang ODP juga jangan keliaran. Di rumah saja," pintanya.
Lanjut Rosadi, masyarakat tidak usah panik berlebihan. "Tapi cobalah taati aturan atau imbauan pemerintah. Di rumah saja, jaga jarak, jaga kebersihan," imbaunya.
Sekadar diketahui, kepanikan publik di Kotabaru memang meningkat. Menyusul hasil rapid tes puluhan ODP di daerah ini. Pemerintah Kotabaru sendiri sudah memesan empat ribu alat tes tambahan. Dengan anggaran sekitar Rp600 juta.
Belum lama tadi, Sekda Said Akhmad mengatakan, jika nanti hasil tes swab warga yang reaktif itu positif Covid-19, maka keluarga mereka segara akan dites. Berikut orang-orang di sekitar lingkungannya.
Sekadar diketahui, lima warga yang terindikasi Covid-19 itu sudah diisolasi di rumah sakit Stagen. Sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Rumah sakit yang belum selesai seratus persen itu dibersihkan pemerintah awal pekan tadi.
Rumah sakit terdiri dari tiga bangunan utama. Semuanya bertingkat tiga. Jika dimaksimalkan semua, bisa menampung hingga lebih seratus pasien.
Di rumah sakit juga didirikan dapur umum. Milik Tagana Kotabaru. Polisi dan TNI berjaga dua puluh empat jam. Menggunakan pos yang dibuat dari tenda. (shn/ibn/mof/zal/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin