Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sudah Ada Transmisi Lokal, Banjarbaru Diminta Siapkan Persyaratan PSBB

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-04-21 09:58:43
SOAL PSBB: Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani yang juga merangkap sebagai Ketua Gugus P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-21 Kota Banjarbaru di Gedung DPRD Banjarbaru. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin
SOAL PSBB: Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani yang juga merangkap sebagai Ketua Gugus P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-21 Kota Banjarbaru di Gedung DPRD Banjarbaru. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU – Kota Banjarmasin sudah akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bagaimana dengan Kota Banjarbaru?

Informasinya, Senin (20/4) Pemprov Kalsel mengundang tiga daerah bertetangga dengan Banjarmasin, membahas ihwal rencana penerapan PSBB ini. Yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Batola serta Kota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, Senin (20/4) siang selepas rapat paripurna menjelaskan, pihaknya diwakili Sekdako, Kadinkes dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Banjarbaru dalam rapat tersebut. Lantaran ia dan wakil walikota, harus menghadiri acara rapat paripurna istemewa HUT ke 21 Kota Banjarbaru.

Diterangkan Nadjmi, saat ini Pemprov Kalsel memang tengah mengkaji terkait tiga daerah ini untuk wacana penerapan PSBB. "Hari ini (kemarin) Pemprov Kalsel ingin mengetahui kesiapan tiga daerah (Banjarbaru, Batola, Banjar) ini jika diusulkan untuk menerapkan (PSBB)."

Pemprov juga menilai, penerapan PSBB di Kota Banjarmasin harus ditunjang oleh daerah penyangga. Mengingat akses menuju Banjarmasin juga masih terbuka lewat tiga daerah ini.

Disinggung bagaimana kesiapan internal Pemko Banjarbaru terkait PSBB? Nadjmi menjawab bahwa saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Pemprov Kalsel.

"Jika nanti (dinilai) memenuhi syarat, siap tidak siap, suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan menerapkannya (PSBB)," jawabnya.

Memang kata Nadjmi, saat ini indikator penerapan PSBB di Kota Banjarbaru sudah muncul beberapa. "Dari data kita, sudah ada transmisi lokal atau penularan di lokal yang terjadi di Kota Banjarbaru," tegasnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, usai menghadiri rapat di provinsi menambahkan, Kota Banjarbaru diminta Provinsi Kalsel untuk menyiapkan data-data yang dibutuhkan yang mengarah ke PSBB.

Tindaklanjutnya, hari ini (21/4) akan dilakukan lagi koordinasi antara Provinsi dengan tiga kepala daerah, Batola, Banjarbaru, Banjar.

Adapun, terkait pembaharuan data Covid-19 di Banjarbaru. Mirza menjelaskan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 maupun PDP di Kota Banjarbaru hingga Senin (20/4) sore.

Sehingga, kini total kasus terkonfirmasi positif asal Kota Banjarbaru berjumlah 11 orang dan PDP nihil. Sementara ODP bertambah satu orang dari Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara. Alhasil, ODP yang sebelumnya 228 menjadi 229.

Meski tidak ada tambahan kasus positif. Kini proses tracking terhadap mereka yang pernah kontak langsung dengan kasus positif terus dilakukan. Yang mana ia juga mengonfirmasi bahwa Banjarbaru sudah ada transmisi lokal.

"Jadi transmisi lokal ini terjadi dari kasus positif berkode BJB-02 yang menularkan ke BJB-11 yang merupakan rekan kerjanya setelah dilakukan rapid test lalu swab. Juga, mereka kontak langsung dari yang positif (BJB-11) ini juga terus kita tracking," katanya.

Ditanya bagaimana kondisi seluruh kasus positif asal Banjarbaru. Mirza menjelaskan jika dari informasi yang diterimanya oleh tim gugus tugas Provinsi Kalsel bahwa dalam keadaan stabil.

"Tadi saya konfirmasi ke pihak Provinsi bahwa empat kasus positif yang dirawat di RS rujukan Banjarmasin dalam kondisi stabil. Adapun tujuh kasus positif yang di Ambulung juga kondisi bagus," pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona