Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bawaslu Minta Semuanya Ikut Mengawasi

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-08-26 10:38:38
CEGAH PELANGGARAN: Komisioner Bawaslu Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif secara daring. Salah satu pematerinya Pemred Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin. | Foto: Bawaslu Banjarbaru for Radar Banjarmasin
CEGAH PELANGGARAN: Komisioner Bawaslu Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif secara daring. Salah satu pematerinya Pemred Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin. | Foto: Bawaslu Banjarbaru for Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Pelaksanaan Pilkada 2020 tinggal menghitung bulan. Pesta demokrasi ini tentunya sarat akan tensi. Potensi pelanggaran dalam pelaksanaannya pun sebuah keniscayaan.

Memang secara resminya, Bawaslu ditugaskan untuk menjadi pengawas pesta demokrasi. Namun, keterlibatan peran aktif semua pihak tentu juga bagian penting. Terlebih Pilkada melibatkan banyak unsur dan sektor di dalamnya.

Kemarin (25/8) siang, Bawaslu Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif melalui daring. Tujuannya agar pengawasan partisipatif bisa meningkat. Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin didaulat jadi salah satu pemateri acara.

Dihelat melalui aplikasi Zoom Meeting. Sosialisasi virtual ini berlangsung kurang lebih 3 jam. Pesertanya yang ikut adalah para Alumnus SKPP (sekolah kader pengawasan partisipatif) Bawaslu Kota Banjarbaru, OKP, Mahasiswa,  kesbangpol kota, intel Polres, dan insan media.

"Tujuannya, peserta diharapkan mampu menerima dan menyampaikan informasi tentang Pilkada, khususnya di wilayah Banjarbaru. Lalu, juga menjadi pengawas partisipatif serta menggerakan masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif," kata Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banjarbaru, Normadina.

Lanjutnya, selepas sosialisasi, peserta yang telah dibekali dengan informasi ini bisa terlibat aktif ketika menemukan ada potensi pelanggaran Pilkada. Terlebih kata Dina, peserta juga dibekali mengenai aturan dan hukum yang mengatur Pilkada.

"Tentu tujuannya agar kawan-kawan bisa terdorong untuk bisa terlibat aktif ketika melihat suatu peristiwa yang diduga pelanggaran untuk menyampaikan ke Bawaslu Kota Banjarbaru," pesannya.

Soal mengundang tokoh atau praktisi media dalam sosialisasi ini. Peran media kata Dina seperti partner Bawaslu dalam pengawasan pelaksanaan Pilkada. Terlebih media sebutnya juga bisa mendukung kerja-kerja pengawasan yang dilakukan.

"Karena media adalah partner yang sangat penting bagi Bawaslu dalam mensupport kerja-kerja pengawasan. Tentunya, kedepannya dengan merangkul media,  berita tentang politik di kota Banjarbaru dapat berimbang dan menjadi bagian dari informasi pendidikan politik yang baik untuk masyarakat," anggapnya.

Adapun, Pemred Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin mengatakan bahwa pada dasarnya media punya peran strategis dan ideal dalam fungsi edukatif dan informatif di masa Pilkada.

Media sebut Toto bisa mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada. "Sehingga ini tentunya juga meningkatkan angka partisipasi pemilih," katanya.

Karena punya peran, media kata Toto juga harus berpegang teguh pada UU Pers dan kode etik. Sebab, peluang media dijadikan alat sebagai penyebaran isu yang bersifat propaganda dan mengandung unsur black campaign nilainya juga cukup rawan.

"Harus diakui juga bahwa media bisa saja jadi alat isu propaganda oleh calon untuk saling menjatuhkan. Maka dari itu media tidak boleh menjadi alat untuk melempar isu-isu yang merugikan atau menjatuhkan," tuntas Toto. 

Selain dari pemerhati media, sosialisasi daring juga mengundang DR. Mahyuni selaku praktisi politik dan pernah berperan sebagai Ketua Bawaslu periode 2012 - 2017. (rvn/ij/ram)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bawaslu dan kpu