HAMPIR menjadi parpol yang abstain, PDI Perjuangan akhirnya melabuhkan dukungan ke pasangan Sahbirin Noor-Muhidin. Kader mereka, Rifqinizami Karsayuda bahkan ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Sahbirin Noor-Muhidin.
Kabar yang beredar, Rifqi ditunjuk sebagai nilai tawar tak dipilihnya kader PDI Perjuangan untuk mendampingi Sahbirin. Meski Rifqi sendiri menepis kabar tersebut. Mnurutnya dia ditunjuk karena adanya kesepakatan para tokoh politik di balik calon petahana. “PDI Perjuangan berterima kasih, kadernya dipilih untuk membackup penuh pasangan ini,” ucapnya.
Muhidin yang menjadi wakil petahana Sahbirin Noor sendiri mengaku senang dengan bergabungnya PDI Perjuangan. Sebelumnya dia mengaku sempat bingung, pasalnya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 tadi, PAN telah mengalah dengan memberi jalan kepada kader PDI Perjuangan untuk duduk di DPR RI. Salah satunya tentu adalah Rifqinizamy Karsayuda yang akhirnya berhasil terpilih di Dapil Kalsel 1.
Untuk itu, Muhidin berharap PDI Perjuangan tergugah dan memberikan dukungan kepada dirinya untuk maju berpasangan dengan Sahbirin Noor di Pilgub tahun ini. “Kalau seandainya PDI Perjuangan tak bergabung, hati ini sedikit rasa sakit,” ucap Muhidin saat rapat pemenangan pasangan Sahbirin-Muhidin di Rattan In Hotel Banjarmasin, Jumat (4/9) siang.
Kabarnya, SK usungan dari DPP PDI Perjuangan yang menjadi syarat mengusung calon di KPU baru keluar Kamis (3/9) siang. Dan baru kemarin diserahkan kepasangan Sahbirin-Muhidin oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalsel, Syaripuddin. “Dengan keluarnya SK dari PDI Perjuangan ini, tak ada lagi pertanyaan kemana PDI Perjuangan bergabung,” ujarnya.
Sementara, Syaripuddin menegaskan, lambannya keluar SK DPP untuk usungan di Pilgub Kalsel tak ada kaitannya dengan Pilkada di kabupaten dan kota lain. “Murni karena salah satunya masih menunggu hasil survei," ucapnya.
Sementara, Rosehan mengatakan dia legawa tak dipilih oleh PDI Perjuangan untuk maju di Pilgub tahun ini. Sebelumnya kader PDIP itu berkoar partainya akan mengusung dirinya ke KPU Kalsel pada hari pertama pendaftaran kemarin.
Faktanya, SK usungan dari DPP PDI Perjuangan malah tak menunjuk dirinya dan tak ada proses pendaftaran di KPU Kalsel kemarin. “Harus legawa dan sikap hormat dengan keputusan pusat. Politik itu dinamis,” ujarnya.
Bergabungnya PDI Perjuangan kemarin, menggenapi koalisi besar pasangan Sahbirin-Muhidin di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun ini. Totalnya 40 kursi di DPRD Kalsel.
Sebelum PDI Perjuangan (8 kursi), ada lima partai politik (Parpol) lain yang sudah lebih dulu menyatakan dukungan, yakni Golkar (12 kursi), PAN (6 kursi), PKS (5 kursi), NasDem (4 kursi), dan PKB (5 kursi), termasuk tiga parpol non parlemen, yakni PSI, PKPI dan Perindo.
Kekuatan perahu sembilan parpol ini sebut Sahbirin siap membawa ke pulau kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyat Kalsel. “Sembilan parpol ini siap menerjang badai dan ombak,” ujar Sahbirin saat rapat pemenangan pasangan Sahbirin-Muhidin di Rattan In Hotel Banjarmasin, Jumat (4/9) siang.
Dikatakannya, saat ini masih terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Kemiskinan juga masih menjadi persoalan negeri ini. Belum lagi, persoalan terbaru, yakni Covid-19. Dia ingin dengan gabungan sembilan parpol ini membawa dan menciptakan kegembiraan bagi rakyat dalam pesta demokrasi. “Kita harus bersama-sama berjuang, bawa kegembiraan di pesta demokrasi ini,” tuturnya.
Jika pasangan Sahbirin-Muhidin disokong 9 Parpol, berbeda jauh dengan rival mereka Denny Indrayana-Difriadi Darjat. Pasangan ini hanya diusung tiga Parpol, yakni Gerindra (8 kursi), Demokrat dan PPP yang sama-sama memiliki tiga kursi di DPRD Kalsel. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin