Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bermodal KTP, Langsung Divaksin; Yang di Luar Prioritas juga Kebagian

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-03-24 15:15:53
DOSIS PERTAMA: Pedagang di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin Tengah, mulai divaksin sejak kemarin (23/3). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
DOSIS PERTAMA: Pedagang di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin Tengah, mulai divaksin sejak kemarin (23/3). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Vaksinasi di Pasar Sentra Antasari, kemarin (23/3), mengalami "kelebihan" sasaran. Yang di luar prioritas juga kebagian vaksin.

---

BANJARMASIN - Sebenarnya, Dinas Kesehatan Banjarmasin menargetkan pramuniaga alias pelayan toko. Tapi vaksinasi itu rupanya kecolongan.

Pantauan Radar Banjarmasin, ada pengunjung pasar yang juga ikut disuntik. Padahal tak termasuk prioritas seperti lansia atau pelayan publik.

"Keinginan sendiri. Tidak ada yang menyuruh-nyuruh. Karena vaksin ini ibaratnya wajib, agar aman dan terhindar dari virus," kata salah seorang pengunjung pasar, Rani.

Ditanya bagaimana perempuan 26 tahun itu bisa memperoleh vaksin, dia mengaku hanya menunjukkan KTP saja.

"Saya dengar ada vaksinasi di sini. Langsung saja mendaftar ke salah satu petugas di sini. Kemudian ikut mengantre," tambahnya.

Sama halnya dengan vaksinasi di Pasar Kasbah, masih satu kawasan. Di sini, lagi-lagi bukan hanya pedagang, warga biasa juga bisa divaksin.

Ketika didekati wartawan, narasumber anonim itu juga mengaku mendaftar dengan KTP. "Tapi saya tinggal di sekitar sini kok," cetusnya seraya duduk di bangku antrean vaksinasi.

Temuan lain, pekerja sektor pelayanan publik yang semestinya divaksin di puskesmas, turut berdatangan ke pasar.

Salah satunya Vivin, 23 tahun. "Oleh kantor, saya disuruh ke puskesmas. Tapi pas ke puskesmas, diarahkan ke pasar lagi," tukasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi membenarkan ada orang luar pasar yang diarahkan ke sana. "Itu kiriman dari puskesmas setempat," ujarnya.

Menurutnya, tak masalah, karena antrean vaksinasi di puskesmas sudah terlampau berjejal.

Lantas, bagaimana warga biasa yang turut tervaksin di pasar? Machli mengakui, itu sudah di luar kontrol pihaknya. Dia menduga, mereka bisa lolos karena dimasukkan koordinator pasar yang membantu pendataan target vaksin.

"Seharusnya, kami meminta datanya sehari sebelumnya. Karena di Dinkes, kami ya tinggal vaksin saja begitu orangnya siap," jelasnya.

Sejatinya, Dinkes sudah mengantisipasinya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin diminta membuat undangan kepada para pedagang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperdagin, Ichrom M Tezar menjelaskan, kejadian ini bakal menjadi catatan pihaknya untuk diperbaiki pada waktu mendatang.

"Akan kami evaluasi. Nanti pas rapat, informasi ini akan kami jadikan bahan," janjinya.

Dalam koordinasi antara Dinkes dan Disperdagin, disepakati ada lima titik vaksinasi di kawasan perdagangan di Banjarmasin Tengah tersebut. Pada masing-masing titik, ada 50 orang yang akan divaksin.

"Kenyataan di lapangan, terjadi lonjakan. Khusus di lorong Kasbah saja sampai 86 orang yang divaksin," bebernya.

Mengenai kecolongan pengunjung pasar yang turut divaksin, ditanya apakah ini akibat kurangnya koordinasi kedua dinas, Tezar enggan mengomentarinya.

"Intinya, sudah saya sampaikan sama staf di lapangan. Bahwa vaksinasi ini prioritasnya adalah pedagang. Mungkin ada sesuatu dan lain hal yang membuat mereka juga bisa kebagian vaksin," tutupnya.

Pasar Lain Tunggu Giliran

Vaksinasi di Pasar Sentra Antasari kemarin (23/3), memasang target 500 pedagang. Tahap pertama separuh dulu.

Sisanya, 250 orang, akan divaksin hari ini (24/3). Lokasinya sama, dipecah ke lima titik.

Tersebar ke aula lantai satu Sentra Antasari, lantai atas dari toserba sampai lorong Kasbah, hingga di halaman parkir.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menjamin, pedagang di pasar lain juga bakal mendapat giliran.

"Nanti kami jadwalkan untuk kawasan Pasar Lama, Pasar Baru, Pasar Pekauman dan pasar lainnya yang dulu pernah menjadi tempat rapid test massal," beber Machli.

Pantauan Radar Banjarmasin, para pedagang tampak antusias. Contoh Amat. Pria 46 tahun itu karyawan toko emas di sana.

Amat merasa dengan divaksin, setidaknya membuatnya lebih tenang selama bekerja.

"Saya percaya virus corona itu ada. Karena istri saya di rumah pernah terpapar meski tanpa gejala. Sekarang sudah sembuh," tuturnya seusai divaksin.

Senada dengan pedagang lain, Sahrudin. Saking antuisasnya, ia sampai mengira vaksinasi juga diberikan kepada anaknya yang masih balita. "Alhamdulillah sudah divaksin. Semoga yang lain juga cepat kebagian," timpalnya.

Namun, ada saja yang menolak divaksin. Sepengetahuan Kabid PTSP dan Pasar Disperdagin Banjarmasin, Ichrom M Tezar, ada beberapa pedagang yang menolak.

"Ada tiga atau lima orang. Alhamdulillah, setelah dikasih pengertian, akhirnya mereka mau," ceritanya.

Diingatkannya, jatah vaksin untuk 500 ini masih sangat kurang. Sebab, dari data Disperdagin, ada tiga ribu pedagang yang mencari nafkah di Sentra Antasari.

"Tapi, semoga nanti bisa ditambah lagi oleh Dinkes," harap Ichrom. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona