BANJARMASIN - Ini mungkin menjadi warning kepada warga Banua. Kasus Covid-19 di Kalsel sudah dua hari mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mencapai 283 kasus dalam dua hari ini.
Kenaikan kasus harian mencapai seratusan ini disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim adalah kenaikan dengan tren tinggi. “Biasanya hanya puluhan kasus, dua hari ini kasus baru cukup tinggi, dalam sehari mencapai seratusan lebih,” terangnya kemarin.
Apakah varian baru Covid-19 yang menularkan sangat cepat sudah masuk Kalsel? Muslim menegaskan, sampai ini tak ada hasil spesimen yang menyebutkan dari varian baru. “Tak ada dari varian baru yang kami terima dari laboratorium pusat di Jakarta,” kata Muslim.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu menuturkan, tingginya kasus baru dalam dua hari ini lantaran masifnya upaya tracking di semua kabupaten dan kota. “Tracking semakin gencar dilakukan demi memutus mata rantai penularan,” tambahnya.
Dia tak menampik kenaikan angka kasus yang terbilang tinggi ini lantaran perjalanan masyarakat keluar daerah. Khususnya dari Pulau Jawa yang kasusnya saat ini begitu tinggi. “Selain itu, tak bisa dipungkiri juga penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat masih rendah,” sebut Muslim.
Menurutnya, jika protokol kesehatan dijalankan dengan taat. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Maka virus pun tak mudah menulari. “Contohnya masker. Masih banyak yang tak memakai, padahal masker upaya awal mencegah penularan melalui mulut dan hidung,” tuturnya.
Melihat tingginya angka kasus baru ini, alarm peringatan semakin kencang dibunyikan pemprov. Dikatakan Muslim, rumah sakit-rumah sakit yang sebelumnya sebagai rumah sakit rujukan diminta untuk bersiap. “Yang sebelumnya disetop, sekarang diminta disiapkan kembali untuk mengantisipasi lonjakan pasien,” imbuhnya.
Tak hanya rumah sakit, pihaknya juga mulai kembali menyiapkan gedung karantina atau isolasi yang dulu juga pernah diaktifkan. Seperti Diklat Ambulung, Bapelkes dan Gedung BPSDM. “Perlu diantisipasi sejak dini. Tapi mudah-mudahan angkanya kembali menurun,” harapnya.
Dari data Satgas Covid-19 Kalsel kemarin, penambahan kasus baru tertinggi datang dari Kota Banjarmasin sebanyak 35 orang. Disusul Kota Banjarbaru sebanyak 34 orang, Kabupaten Tanah Laut 26 orang dan Tanah Bumbu 23 orang.
“Upaya menekan penularan juga sudah kami lakukan sangat masif. Contohnya dilakukannya vaksinasi di kabupaten dan kota. Apalagi dalam waktu dekat akan dilakukan vaksinasi tahap 3 yang vaksinnya juga sudah tiba,” tandasnya. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin