Meski yang dihadapinya adalah orang nomor satu di Banjarmasin, perempuan 74 tahun itu tak gentar melancarkan protes.
---
BANJARMASIN - Vaksinasi di GOR Hasanuddin HM di Jalan Pangeran Antasari kemarin (4/8) dikhususkan untuk penyuntikan dosis kedua.
Baru tiba di lokasi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sudah menghadapi Siti Sarawiyah Toyyib.
Dalam pengakuannya, Sarawiyah semestinya sudah menerima dosis kedua pada Juli lalu.
Tapi ketika mendatangi puskesmas dekat rumahnya di Kompleks Banjar Indah Permai, stok vaksin sedang kosong.
"Saya disuruh ke mal, di situ katanya ada vaksinasi massal. Saya ke sana, ikut ngantre, berjubel. Tapi ujung-ujungnya juga tidak kebagian," cecarnya.
Dia bahkan mengulangi upayanya sampai tiga kali berturut-turut. Jawaban yang didengarnya selalu sama: vaksin kosong.
Kemarin, Sarawiyah juga sempat ditolak petugas. Ia berargumen bahwa dirinya lansia yang berhak menjadi prioritas.
“Tadi anak saya bolak-balik melapor. Syukurlah, akhirnya bisa,” tambahnya.
Ia mengingatkan wali kota, bahwa stok vaksin di puskesmas harus didahulukan. “Apa gunanya ada puskesmas kalau di sana vaksinnya malah kosong,” cecarnya.
Mendengar itu semua, Ibnu pun meminta maaf.
Kepada wartawan, diakuinya, seharusnya tak hanya didahulukan, antrean lansia juga harus dipisahkan.
“Tapi mungkin ibu tadi terpisah dari antreannya. Mungkin karena antreannya terlalu panjang. Mudah-mudahan tak terulang lagi,” harapnya.
Perihal kekosongan vaksin di puskesmas, Ibnu menjawab, kiriman yang datang hanya 918 vial. Belum cukup untuk didistribusikan ke seluruh puskesmas.
Alhasil, diputuskan untuk dihabiskan dalam sekali vaksinasi massal saja. “Jumlahnya terbatas. Nanti malah jadi persoalan lagi di masing-masing puskesmas,” tukasnya.
Ditekankannya, masalah yang dihadapi Banjarmasin juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia.
"Ada informasi bahwa vaksin menumpuk di Jakarta. Setelah dicek, ternyata ada benarnya. Padahal di daerah semuanya berteriak. Tapi akan teratasi, pemerintah pusat berjanji akan mendatangkan 35 juta dosis. Itu yang kita tunggu-tunggu," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banjarmasin mengusulkan 25 ribu vial untuk memenuhi kebutuhan 26 puskesmas.
Disampaikannya, ada titik terang. Sembilan ribu vial akan dikirimkan. Dipakai untuk menuntaskan 69 ribu dosis kedua yang belum disuntikkan.
“Sehingga kekebalan kelompok bisa dikejar. Angka penularan bisa ditekan dan dalam sepekan kita keluar dari level 4,” tutupnya.
Kerumunan Menjadi Catatan
VAKSINASI massal yang digelar pemko bersama TNI dan Polri di GOR Hasanuddin HM memicu kerumunan.
Petugas tampak kesulitan menertibkan antrean warga.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengakui, pemandangan itu bertentangan dengan aturan PPKM level 4.
Ia meminta panitia untuk membuat jadwal shift. Misalkan dalam satu jam dijatah untuk 200 orang.
“Mulai besok (hari ini) diatur seperti itu. Tadi kupon antreannya sudah dibagikan. Agar tak lagi muncul penumpukan,” kata Ibnu.
Vaksinasi massal ini digelar 4-6 Juli. Targetnya, seribu warga akan divaksin. Sekali lagi khusus untuk warga yang menantikan dosis kedua.
Ditekankannya, tak ada syarat administrasi khusus. “Cukup membawa KTP dan sertifikat vaksinasi dosis pertama,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, dari gelombang pertama, vaksinasi di Banjarmasin sudah mencapai 27,6 persen.
Masih jauh dari targetnya. “Untuk membentuk herd immunity, minimal 80 persen dari populasi harus divaksin,” tukasnya.
"Ada 69 ribu orang yang belum divaksin dosis kedua. Semoga bisa diselesaikan. Asalkan ada vaksinnya," tuntas Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin itu. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin