BANJARMASIN - Penantian panjang warga Banjarmasin dan Barito Kuala akhirnya akan berakhir. Jembatan Sungai Alalak dipastikan tuntas pada 15 September mendatang. Di tanggal itu pun, direncanakan jembatan sudah bisa dilintasi.
Bahkan akhir bulan ini, loading test untuk uji kelaikan jembatan dilakukan. Uji kelaikan ini bagian penting begitu usainya pekerjaan. Apakah nantinya laik dilalui karena memenuhi syarat atau belum.
Dibeberkan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Banjarmasin Syauqi Kamal, dokumen sertifikat usulan laik jembatan sudah disampaikan pihaknya ke Kementerian PUPR. Pengajuan usulan ini agar begitu jembatan selesai, dokumen laik fungsi pun ada.
Seperti diketahui, Jembatan Sungai Alalak dibangun dengan model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan. Jembatan ini didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Selain itu, jembatan ini juga dipersiapkan dengan konstruksi tahan gempa dengan masa fungsi hingga 100 tahun.
Yang membuat jembatan ini terkesan megah, tiap bagian lantai utama jembatan, akan dihubungkan dengan kabel baja. Ada sebanyak 24 kabel yang menggantung di bagian utama jembatan.
“Untuk pekerjaan fisik jembatan sudah 99 persen. Tinggal bagian penunjang yang masih perlu diselesaikan. Kami yakin tanggal 15 September mendatang, sudah selesai semua,” kata Syauqi kemarin.
Bagian lain yang harus dituntaskan seperti akses jalan warga yang berada di bawah jembatan. Termasuk bagian oprit yang saat ini tengah dilakukan pengaspalan. “Kami juga harus menyelsaikan pembongkaran jembatan, tapi ini tak berat. Juga tinggal sedikit lagi,” terangnya.
Pembongkaran jembatan lama ungkapnya sempat terkendala. Lantaran tak tersedianya gas oksigen untuk pembongkaran bagian rangka jembatan. “Untungnya bisa diantisipasi dengan manual memakai gerinda,” beber Syauqi.
Memantau langsung proses pekerjaan jembatan, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan jembatan yang akan menjadi ikon Kalsel ini harus didampingi oleh bangunan lain di sekitar agar semakin memperindah jembatan.
Dia berjanji akan berdiskusi dengan pihak terkait serta Pemko Banjarmasin dan Pemkab Batola untuk menjadikan kawasan sekitar jembatan dapat menjadi tempat wisata. Dicontohkannya, penataan pinggiran sungai seperti membangun tempat makan serta menara pandang. “Nanti hal ini akan saya rundingkan dengan Wali Kota Banjarmasin dan Bupati Batola, agar di tahun 2022 sudah ada program penataan di sekitar jembatan ini agar benar-benar indah,” cetusnya.
Dia sangat berharap, pekerjaan jembatan ini tuntas tepat waktu dan dapat dimanfaatkan langsung masyarakat. “Jembatan ini begitu vital. Semoga selesai tepat waktu dan tak lagi masyarakat macet-macetan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, pekerjaan jembatan ini sempat terkendala karena pandemi. Kontrak awal sedianya harus tuntas pada akhir Juli lalu. Karena tak memungkinkan, kontraktor meminta perpanjangan kontrak hingga 15 September mendatang.
Dibangun dengan menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp278 miliar, jembatan ini dikerjakan mulai tahun 2019 lalu untuk mengganti jembatan lama yang sudah tak laik dan uzur. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin