Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ada Sisa Stok Vaksin Nakes, Moderna juga Untuk Masyarakat Umum Banjarbaru

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-09-04 14:23:21
TAK HANYA NAKES: Petugas vaksinator menyuntikkan vaksin merek Sinovac kepada penerima vaksin di Banjarbaru beberapa waktu lalu. Kini, moderna juga bisa disuntikkan ke masyarakat umum dengan kriteria khusus. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin
TAK HANYA NAKES: Petugas vaksinator menyuntikkan vaksin merek Sinovac kepada penerima vaksin di Banjarbaru beberapa waktu lalu. Kini, moderna juga bisa disuntikkan ke masyarakat umum dengan kriteria khusus. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Baru-baru ini, warga Banjarbaru dibuat bertanya. Hal ini dipicu lantaran unggahan pemberitahuan dari puskesmas jika akan ada vaksinasi dengan merek Moderna untuk masyarakat umum.

Pertanyaan besar ini sendiri didasari lantaran sebelumnya Dinas Kesehatan Banjarbaru menegaskan jika vaksin yang diproduksi oleh Amerika Serikat ini hanya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai booster atau dosis ketiga.

Menilik pemberitahuan dari puskesmas Sungai Ulin misalnya, bahwa akan ada stok 300 vaksin moderna yang siap disuntikkan ke masyarakat umum. Padahal sebelumnya, Dinkes Banjarbaru sempat mengklaik jika stok untuk nakes masih kurang.

Terkait kabar ini, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza membenarkan terkait vaksinasi untuk masyarakat umum ini. Ia pun tak menarik pernyatannya sebelumnya soal peruntukkan vaksin Moderna bagi nakes.

"Jadi begini, Moderna ini memang diperuntukkan atau diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai booster. Namun terbaru ini, ada cukup banyak nakes kita yang tertular dan tidak bisa disuntik karena harus menunggu tiga bulan lagi," konfirmasi Rizana.

Karena kondisi ini, maka stok Moderna yang ada ujar Rizana bisa dialihkan ke masyarakat umum. Selain faktor itu, pihaknya mengklaim juga baru dapat distribusi baru stok vaksin dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

"Sebelumnya memang kurang, tapi kita baru dapat dropping oleh Pemprov Kalsel. Karena kondisi ini, maka stok kita sudah melebihi dari jumlah nakes yang ada, akhirnya diputuskan untuk masyarakat umum juga," jelasnya.

Selain terjadi di daerah, stok Moderna di pusat kata Rizana juga surplus atau melebihi dari peruntukkannya. Hal ini menurutnya juga dipicu dari masuknya bantuan distribusi Moderna dari negara lain tak lama tadi.

Kendati begitu, tak semua warga ujar Rizana bisa disuntik Moderna. Hal ini didasarkan pada kriteria khusus yang memang memenuhi syarat disuntik Moderna.

"Jadi untuk masyarakat umum ini adalah bagi mereka yang punya komorbid dan tidak bisa disuntik dengan vaksin merek lain. Dan saya tegaskan bahwa Moderna ini bukan sebagai booster masyarakat umum, tetap dua tahap seperti merek lain," pungkasnya.

Targetkan Vaksinasi 11 Ribu Pelajar

 Vaksinasi pelajar dicanangkan menjadi salah satu syarat untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Usia pelajar yang divaksin berkisar dari 12-17 tahun.

Di Kota Banjarbaru, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengklaim telah menyiapkan vaksinasi ini. Dikatakan jika pihak dinas telah melakukan pendataan secara menyeluruh.

"Kita sudah lakukan pendataan dan terakhir didapati ada kurang lebih 11 ribu pelajar yang bisa disuntik vaksin. Ini didapat berdasarkan kelompok usia 12-17 tahun serta kewenangan Disdik Banjarbaru (PAUD, TK, SD & SMP)," kata Kadisdik Banjarbaru, M Aswan.

Dikelompokkan berdasarkan usia, maka jenjang yang memungkinkan untuk divaksinasi kata Aswan adalah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Karena SMA kan wewenang Provinsi. Kalau SD itu ada sekitar 1200 pelajar sedangkan SMP ada 11 ribu pelajar. Jadi sebelas ribu ini yang akan kita agendakan divaksin," tambahnya.

Kendati sudah ada data belasan ribu ini, Aswan menegaskan tak serta merta semuanya bisa disuntik vaksin. Musabab, sama halnya seperti PTM, izin atau restu orang tua katanya tetap jadi izin mutlak.

"Kita harus diberikan izin oleh orang tuanya dulu. Selain itu bisa saja ada pelajar yang tidak bisa divaksin semisal ada komorbid tertentu. Jadi nanti akan kita verifikasi lagi," katanya.

Lantas apakah semuanya akan langsung dapat vaksin? Aswan menjawab jika pola yang diterapkan sistem bertahap. Sebab diakuinya bahwa stok vaksinya masih belum mencukupi.

"Kita sudah koordinasi dengan Dinkes Banjarbaru bahwa harus bertahap karena stok distribusi vaksin kita masih terbatas. Jadi mungkin di sekolah-sekolah tertentu dulu baru nanti maraton ke sekolah lain," tegasnya.

Beruntungnya, untuk vaksinasi pelajar ini ujar Aswan juga turut didukung oleh pihak luar. Mulai dari lembaga negara maupun dari asosiasi atau organisasi tertentu.

"Insya Allah kita dapat bantuan vaksin dari luar jatah Pemko Banjarbaru. Ini tentu sangat membantu, semoga jumlahnya mencukupi meski bertahap. Rencananya pekan kedua (September) sudah bisa dimulai," pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona