Tidak ada banjir atau arus sungai deras menerjang, jembatan gantung di Desa Buntu Karau Kecamatan Juai Kabupaten Balangan putus.
Kejadiannya Senin (3/10) pekan lalu. Penyebabnya, warga menebang pohon yang berada di samping jembatan. Nahas, pohonnya jatuh tepat di atas jembatan.
“Awalnya kami khawatir pohon itu tumbang sendiri kemudian menimpa jembatan, karena tanah di bawahnya sudah mulai tergerus, jadi diputuskan untuk ditebang,” ujar salah seorang warga setempat.
Tetapi mereka salah perhitungan dalam proses penebangan. Tak ayal membuat jembatan gantung yang sudah tua itu putus.
Akibatnya, aktivitas warga desa terganggu. Pasalnya ini merupakan satu-satunya akses warga untuk menyeberang ke kebun.
Menyikapi laporan ini, Dinas PUPR Balangan telah mengecek ke lapangan.
Kabid Bina Marga, Rina Ariyani mengungkap, sebelum jembatan itu putus, pemkab mulai membangun jembatan gantung baru yang lokasinya tak jauh dari sana.
“Jembatan yang putus ini memang sudah tua, sudah direncanakan pergantian. Pembangunan jembatan gantung baru dimulai sekitar dua bulan lalu. Diprediksi selesai dalam dua bulan ke depan dengan nilai kontrak sebesar Rp479,9 juta,” jelasnya.
Namun, belakangan muncul kekhawatiran lain. Bantaran sungai mulai longsor karena tergerus sungai. Maka diusulkan pembangunan bronjong ke Bidang Sumber Daya Air PUPR. (why/gr/fud)