Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjir Mulai Meresahkan Warga Tapin

izak-Indra Zakaria • Jumat, 3 Februari 2023 - 12:36 WIB
AKTIVITAS BANJIR: Aktivitas warga di Desa Parigi Simbar Kecamatan Bakarangan saat banjir terjadi. | FOTO: RASIDI FADLI /RADAR BANJARMASIN
AKTIVITAS BANJIR: Aktivitas warga di Desa Parigi Simbar Kecamatan Bakarangan saat banjir terjadi. | FOTO: RASIDI FADLI /RADAR BANJARMASIN

Hujan melanda Kabupaten Tapin sejak Kamis (2/2) dini hari. Hasilnya beberapa wilayah yang tergenang banjir. Dua yang lumayan parah, di Desa Parigi Simbar Kecamatan Bakarangan dan di Nes 18 Desa Sawang Kecamatan Tapin Selatan.

Untuk Desa Parigi Simbar, data dari Pusdalops BPBD Tapin ada tiga RT yang terendam, dengan 58 kepala keluarga dan 154 jiwa yang terdampak.

Kepala Desa Parigi Simbar Suriadi menjelaskan bahwa banjir ini memang karena luapan air sungai, ditambah hujan dari tengah malam.“Airnya mulai naik dari pukul 5 subuh, mulai dalam dari pukul 7 sampai 8 pagi,” ucapnya, Kamis (2/2).

Dalam banjir yang melanda, ada satu keluarga yang terpaksa harus di evakuasi. Rumahnya terdampak banjir dan penghuni baru melahirkan. “Dalam satu keluarga itu ada empat orang. Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya,” jelasnya. Memang diakuinya, banjir seperti ini sering terjadi. Ia pun berharap kepada pihak terkait untuk bisa membantu penanganannya. 

“Biasanya kalau air sudah naik, dua sampai tiga hari baru turun. Itu pun kalau harinya panas. Tapi kalau hujan terus, akan lambat,” jelasnya.

Bergeser ke Nes 18 Desa Sawang Kecamatan Tapin Selatan, walaupun di sini tidak ada rumah yang banjir, tetapi jalan, persawahan, kebun karet sampai kolam ikan ikut terdampak.

“Sudah sejak 2 tahun lalu air di sini selalu naik, bahkan airnya seperti lumpur. Kami menduga limbah dari tambang, karena wilayah kami masuk ring satu,” ucap Idris Ketua RW 3 Nes 18. Karena itu, ia mewakili warga Nes 18 berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait, dengan merespons keluhan warga yang terdampak.

Tak berbeda, Nurul warga Nes 18 juga meminta agar pihak terkait bisa bertanggungjawab. Apalagi dampaknya ke dapur, tempat mandi serta sumurnya.“Khusus untuk sumur lama airnya baru bersih. Biasanya bisa sampai 10 hari,” ucapnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Raniansyah menjelaskan bahwa untuk di Nes 18 memang tidak sampai masuk rumah, hanya halaman dan jalan saja yang terdampak.“Biasa ya satu hari sudah surut,” ucapnya.

Lanjut Raniansyah, selain dua wilayah tadi, ada juga wilayah lain yang terdampak banjir yakni kompleks Labuan Permai Kelurahan Rangda Malingkung Kecamatan Tapin Utara. Informasinya baru pukul 15.30 Wita diterima.“Korban terdampak 60 kepala keluarga dengan 120 Jiwa. Ketinggian air dari 10 cm sampai 40 cm,” bebernya.

Lalu di Desa Banua Halat Kanan RT 4 Kecamatan Tapin Utara. Informasi diterima baru pukul 16.20, di sini ada 10 kepala keluarga dengan 20 jiwa yang terdampak.“Air hanya menggenangi jalan pekarangan warga,” pungkasnya. (dly/ij/ran)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria