Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sampah Liar di Banjarmasin, Dipasangi Spanduk Larangan, Eh..Spanduknya Malah Lenyap

izak-Indra Zakaria • 2023-02-24 09:59:03
TAK SEDAP DIPANDANG: Potret TPS liar di kawasan Simpang Sungai Bilu, (23/2). Sudah dua kali dipasangi spanduk larangan, dua kali pula spanduk itu hilang. | Foto: Wahyu Ramadan/Radar Banjarmasin
TAK SEDAP DIPANDANG: Potret TPS liar di kawasan Simpang Sungai Bilu, (23/2). Sudah dua kali dipasangi spanduk larangan, dua kali pula spanduk itu hilang. | Foto: Wahyu Ramadan/Radar Banjarmasin

Kerap ditertibkan, TPS liar kembali muncul. Kali ini, di kawasan Simpang Sungai Bilu. Posisi persisnya berseberangan dengan sebuah ritel modern.

Kamis (23/2) siang, sampah tampak menumpuk di pinggir Jalan Kampung Melayu Darat 1 RT 6, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu. Luberan sampah juga sudah hampir memakan badan jalan. Kondisi itu diketahui sudah berlangsung selama berpekan-pekan.

Seorang warga yang ditemui Radar Banjarmasin di lokasi tersebut mengatakan, tumpukan sampah bukan dibuang oleh warga sekitar. Tapi, dibuang oleh orang-orang yang melintas. Ada yang sambil memancal sepeda, atau mengendarai motor. Warga juga sudah pernah membersihkan sampah yang menumpuk. Bahkan memberikan teguran. Namun, sampah-sampah muncul lagi.

Lurah Melayu, M Rifky mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui kondisi tersebut. Ia bilang sampah-sampah yang muncul di lokasi itu sudah ada sejak Januari tadi. Mulanya hanya sedikit. Lama kelamaan, sampah semakin banyak.

Pihaknya sudah pula mengerahkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah. Namun, tumpukan sampah itu masih saja terjadi. “Saya dengar dari laporan masyarakat, bahkan ada yang membuang sampah pakai mobil,” ujarnya, kemarin (23/2). “Sudah dua kali dipasangi spanduk peringatan atau larangan. Spanduknya malah hilang,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah berkoordinasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin untuk mengangkut tumpukan sampah itu.

Terkait penanganan jangka panjang, sejauh ini pihaknya masih mencari tahu status tanah yang menjelma TPS liar itu. Bila ada pemiliknya, pihaknya meminta agar lahan itu dimanfaatkan. Minimal dengan memasang pagar seng agar tak lagi menjadi TPS liar. “Kalau ternyata tidak bertuan, kami akan bekerja sama dengan DLH agar lahan itu dibikin jadi taman kecil,” tekannya.

Munculnya TPS liar itu juga menjadi perhatian Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki. Menurutnya, satu lagi kebiasaan oknum masyarakat yang tak patut dicontoh. Ketika melihat lahan kosong, tak terawat, malah dijadikan tempat untuk membuang sampah. “Akan kami tindaklanjuti keberadaan TPS liar ini,” tegasnya. 

Marzuki tampak mengambil gawainya. Kemudian mengontak jajaran SKPD terkait. Berkoordinasi. Rupanya, Marzuki meminta bantuan jajaran aparat penegak peraturan daerah (Perda) yakni Satpol PP untuk bergerak. 

Usai berkoordinasi, Marzuki bilang Satpol PP akan memantau serta berpatroli ke kawasan tersebut. Ia berharap agar oknum pembuang sampah bisa dikenakan sanksi.

Bukan tanpa alasan hal itu diutarakannya. Sejauh ini, warga di kawasan tersebut cukup disiplin terkait membuang sampah. Apalagi penanganan sampah melalui program surung sintak alias mengambil sampah dari rumah ke rumah warga sudah dilakukan.

Setidaknya menyediakan 20 gerobak angkutan setiap harinya. “Jadi sebenarnya, warga yang bermukim di kawasan itu tidak membuang sampah sembarangan,” tekannya.

Marzuki berharap kerja sama masyarakat untuk mengantisipasi oknum warga yang membuang sampah di TPS liar itu. “Setelah kami bersihkan, DLH Banjarmasin akan mengintensifkan pengawasan bersama jajaran Satpol PP,” janjinya. “Kami juga akan kembali memasang spanduk larangan di lokasi itu,” pungkasnya.(war/az/dye)

 

 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria