Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapten Barito Putra Maju Nyaleg, Rizky Pora Harus Memilih: Politik atau Sepak Bola

izak-Indra Zakaria • 2023-05-17 11:34:08
KAPTEN: Rizky Pora menjadi bacaleg dari Partai Golkar untuk pemilihan di DPRD Banjarmasin. | Foto: Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin
KAPTEN: Rizky Pora menjadi bacaleg dari Partai Golkar untuk pemilihan di DPRD Banjarmasin. | Foto: Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin

 Mantan penggawa timnas Indonesia sekaligus kapten Barito Putera, Rizky Rizaldi Pora mencoba peruntungannya di dunia politik. Winger 33 tahun itu diusung Partai Golkar untuk bertarung di Pemilu 2024. Dalam pemilihan anggota DPRD Kota Banjarmasin. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Banjarmasin, Syarifuddin Ardasa mengatakan, Pora akan bertarung di Dapil Banjarmasin Timur. “Sabtu (13/5) sore, kami resmi mendaftarkan 45 nama bakal calon legislatif Partai Golkar ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Banjarmasin. Dari 45 nama yang kami daftarkan, benar adanya salah satunya Rizky Pora yang juga berprofesi sebagai pemain profesional di Liga 1 bersama Barito Putera,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bang Udin ini mengungkap, alasan Golkar mendaftarkan Pora karena ia juga tercatat sebagai salah satu pengurus di Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). 

“Hadirnya Pora tentu diharapkan bisa mendongkrak suara Golkar. Saat ini, Pora mempunyai elektabilitas yang sangat tinggi,” klaimnya.

Sebenarnya, bukan hanya Pora. Pemain senior, mantan pemain, dan mantan manajer Laskar Antasari juga ditawari Golkar. Bagi Bang Udin, hal itu tidaklah aneh. “Karena pendiri Barito Putera ini juga mantan pengurus DPD Golkar di Banua,” tutupnya. Lalu, bagaimana dengan opini suporter? “Hak beliau mau terjun ke politik. Mungkin jika nanti terpilih ingin memajukan sepak bola Banjarmasin lewat jalur parlemen,” ujar Ketua Umum Barito Mania, Dedy Sattardi.

“Harapan kami, jangan menjadi caleg yang cuma memanfaatkan sepak bola untuk menarik massa pemilih. Tetapi setelah terpilih tidak ada aksi nyata untuk memajukan sepak bola Banua,” tegas Dedy. 

Tetapi, Dedy meminta Pora harus memilih antara politik atau sepak bola. “Andai terpilih, sangat tidak memungkinkan untuk jalan keduanya. Beban jadi wakil rakyat lebih besar tentunya. Suporter harus siap, saat waktunya tiba, kapten akan pensiun,” lanjutnya.  Namun, Rizky Pora sepertinya belum terpikir untuk gantung sepatu. Ia menyebut bermain bersama Barito Putera masih merupakan fokus utamanya.

“Semua tahu saya ingin sekali berprestasi bersama tim ini. Target manajemen dan masyarakat untuk menjadi juara. PSM saja bisa, mengapa kita tidak? Buat saya, itu beban berat. Saya ingin berprestasi, setidaknya lolos ke AFC suatu hari nanti,” harapnya. Sisi lain, Pora juga ingin mencicipi dunia politik. Dia berharap keduanya bisa berjalan berdampingan. “Saya minta doanya, semoga semua lancar. Sepak bolanya lancar, politiknya juga. Saya berharap bisa jalan keduanya sih,” tukasnya.

Direstui Bos

Kembali ke Bang Udin, ia menegaskan Golkar tak pernah bermaksud membunuh karir Pora di lapangan hijau. “Kami tidak akan mengganggu dunia sepak bolanya. Dan ia menjadi caleg sudah seizin dan sepengetahuan CEO Barito Putera (Hasnuryadi Sulaiman). Yang bersangkutan pun bersedia,” katanya.

Pora lahir di Ternate. Tapi karena faktor keluarga, ia pindah menjadi warga Banjarmasin. “Kami juga menyadari ia adalah kapten tim. Artinya dia milik publik. Bagi kami, nomor satu dia tetap di Barito,” tukasnya. Pora masih menjadi skuad inti dalam skema pelatih Rahmad Darmawan. Dan Bang Udin mengakui, sulit menjadi pesepak bola dan anggota DPRD dalam waktu bersamaan. “Analisis kami, sulit untuk bisa jalan keduanya. Maka, Golkar tak pernah mengarahkan Pora harus jadi (terpilih). Tidak,” tegasnya. 

Artinya, Pemilu 2024 semacam panggung promosi bagi Pora. “Dia memang ingin berpolitik. Misal tak terpilih di 2024, dia sudah ada persiapan untuk tahun-tahun berikutnya,” tukasnya. Sebagai orang yang pernah terlibat dalam manajemen klub, Bang Udin berharap, Pora sebagai legislator bisa memperjuangkan stadion-stadion di Banjarmasin.

“Karena sampai saat ini, mohon maaf, belum ada satu pun stadion yang memenuhi standar kualifikasi. Baik standar AFC apalagi FIFA,” ungkapnya. “Harapannya, orang yang paham bola bisa memperjuangkan aspirasi stadion ini,” tutupnya. (bir/gr/fud)

Editor : izak-Indra Zakaria