Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kadar Air Garam Sungai Martapura Meningkat, Sumber Air Leding Terdampak

izak-Indra Zakaria • Senin, 28 Agustus 2023 | 12:29 WIB
PASANG SURUT: Sungai Martapura bila surut dimasuki air laut sehingga terasa asin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
PASANG SURUT: Sungai Martapura bila surut dimasuki air laut sehingga terasa asin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Kadar garam di aliran Sungai Martapura meningkat. Sumber air baku untuk distribusi air leding pun terdampak.

Hal itu diketahui petugas PTAM Bandarmasih saat melakukan pengecekan pada Sabtu (26/8) tadi. Contoh, di kawasan Sungai Bilu. Kondisi itu diduga karena musim kemarau.

Ditambah dengan cuaca ekstrem yang terjadi pada saat ini, mengakibatkan rendahnya permukaan sungai dibandingkan laut. Alhasil, air laut pun masuk ke sungai. Itu berujung meningkatnya kadar garam pada air sungai.

Manager Produksi I di PTAM Bandarmasih, Roesmamilu Hujadi menjelaskan bahwa peningkatan kadar air garam tersebut pertama kalinya terjadi pada tahun ini.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, pada pukul 05.00 Wita, kadar air garam meningkat di angka 200 PPM,” ungkapnya, Sabtu (26/8) tadi. Pukul 06.00 Wita, berada di angka 319 PPM. Hingga pukul 08.00, sudah berada di angka 550 PPM.

Dari hasil pengecekan itu, Roesmamilu menyebut kadar air garam sudah berada jauh di atas batas yang ditetapkan Kemenkes RI hanya 250 PPM.

Supaya kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap baik, pihaknya langsung melakukan pencampuran air baku dari IPA II ke IPA I. “Kami campur air baku yang ada di Sungai Bilu dengan dari Sungai Tabuk, juga Pematang Panjang. Itu agar memastikan kondisi air tetap baik,” jelasnya.

Pencampuran air baku itu tidak berlangsung lama. Pukul 10.00 Wita, kadar air garam di kawasan Sungai Bilu diketahui sudah ada penurunan. “Jadi untuk pencampuran air baku, hanya berjalan dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 Wita saja,” ungkapnya.

Kendati ada penurunan kadar air garam, pihaknya akan selalu melakukan pemantauan. “Apabila ada peningkatan sampai di atas 250 PPM, maka akan langsung kami lakukan lagi pencampuran air baku dari IPA II,” tekannya.

Roesmamilu mengimbau kepada para pelanggan PTAM Bandarmasih agar dapat menggunakan air dengan bijaksana. “Gunakan air seperlunya saja. Untuk persediaan, ada baiknya untuk mengisi penampungan air,” pesannya.(war/az/dye)

 

 
 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria