Tertuduh pelakor, DF menghilang. Berhari-hari dia tak pulang ke rumah. Bapak dan ibunya cemas. Pulanglah, Nak.
****
BANJARBARU – Perempuan 24 tahun itu menghilang. Persis sejak spanduk yang memajang foto wajah dan identitas dirinya di pagar Masjid Sabilal Muhtadin menjadi viral. DF, inisialnya, dituduh menjadi pelakor (perebut laki orang) oleh si pemasang spanduk yang masih misterius. Bahkan, spanduk itu juga dipasang di depan gerbang kampus Universitas Lambung Mangkurat dan di tepi Jalan Golf Banjarbaru.
Tak hanya dipermalukan di depan umum, netizen pun ramai mem-bully. Akun Instagram miliknya kini terkunci. Hasil penelusuran di media sosial, Radar Banjarmasin mendapat cerita dari seorang teman DF yang berinisial A. Diceritakan A, DF dulunya sosok cewek yang lugu, kalem, dan pendiam. Tapi beberapa bulan terakhir, DF mendadak berubah drastis. “Tiba-tiba suka clubbing,” ujar pemuda 28 tahun itu.
“Dulu follower-nya cuma dua ribuan. Sekarang sudah puluhan ribu,” tambahnya. A juga membenarkan semua informasi yang tertera di spanduk tersebut. Dari nomor WhatsApp sampai alamat indekosnya. A lantas memberikan alamat rumah orang tua DF di Landasan Ulin, Banjarbaru.
Ketika dikunjungi Radar Banjarmasin (5/10), ibu DF menyambut dengan hangat. Tampak jelas dia mencoba tegar.Tapi raut ayah DF, W lebih jujur. Ia tampak lesu dan tertekan. W kerap tertunduk saat wawancara berlangsung. Diceritakan W, putri sulungnya tak pulang ke rumah sejak Sabtu (30/09). Pada hari itu pula terakhir kali DF dan W berkomunikasi.
“DF tak pulang karena kejadian ini. Kami pun tidak bisa menghubunginya. Sebaiknya segera pulang untuk menyelesaikan masalah ini,” kata pria 53 tahun itu. DF sempat mengirimkan pesan WhatsApp, isinya berjanji untuk pulang.
“Janjinya mau pulang. Sementara waktu katanya mau menenangkan diri dulu,” tambahnya sambil membuka smartphone-nya.W benar-benar tak paham duduk perkara masalah ini sampai anaknya dipermalukan lewat spanduk itu. Tapi ia mengakui, belakangan DF semakin tertutup dengan orang tuanya.
“Dulu sebelum bekerja di Paringin (Kabupaten Balangan), masih bagus- bagus saja. Tapi akhir-akhir ini semakin sulit. Eh wajah anak saya malah viral di medsos,” katanya. “Yang tahu persis apa masalahnya adalah anak saya sendiri. Tapi sekarang tidak bisa dihubungi,” tambahnya.
Yang membuat W sakit hati, ada orang yang memasang spanduk serupa di gerbang kompleks rumahnya. “Sempat ada dua buah spanduk terpasang. Langsung diturunkan orang sini. Bukan karena malu, tetapi saya nggak mau bikin kampung sini ribut,” ujarnya. Narasi pelakor itu sangat mengganggu kehidupan orang tua DF. Bahkan akibat didera stres, penyakit liver W pun kambuh.
“Liver saya ini sampai kambuh. Apalagi sampai sekarang belum ada kabarnya (DF). Saya khawatir,” kata W sambil memegang dada kanannya. “Orang tua mana yang tak khawatir? Kalau masalahnya berhubungan dengan keluarga orang lain, saya sebagai ayah tentu siap membantu sampai masalah ini selesai,” tegasnya. Ditanya tindakan, ternyata kemarin W sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Banjarmasin. Tujuannya untuk membersihkan nama putrinya.
Namun, kepolisian meminta yang membuat laporan pencemaran nama baik itu bukan W, melainkan DF sendiri.Meski begitu, W yakin kepolisian akan memberikan keadilan yang diinginkan keluarganya. (zkr/az/fud)
Editor : izak-Indra Zakaria