Pemko Banjarbaru mengklaim penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor berjalan efektif.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie menjelaskan upaya pembasahan bersama Satgas Karhutla Kalsel di sekitaran Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin hingga saat ini telah berhasil menurunkan jumlah titik api.
Di hari-hari sebelumnya jumlah titik api lebih dari 108 titik. Sekarang kondisinya sudah sangat jauh berkurang. “Soalnya dari laporan BMKG Kalsel hari ini, hanya tercatat 4 titik saja. Jadi sangat jelas terlihat hasilnya,” ungkap Zaini saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (10/10) siang.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh Satgas Karhutla Kalsel yang terus berjibaku melakukan pembasahan sejak 2 Oktober 2023. Selain itu, keberhasilan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BNPB untuk menurunkan hujan juga berkontribusi dalam pencapaian ini.
Meski begitu, Zaini menekankan bahwa pihaknya tetap mendirikan posko pemantauan di wilayah Guntung Damar. Mereka harus melakukan pengawasan dan pembasahan terhadap lahan gambut yang masuk wilayah Ring 1 Bandara.
“Kami tetap mendirikan posko di sana bersama damkar, BPBD Provinsi, TNI-Polri dan BPBD lainnya untuk memastikan agar api karhutla tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah juga menyebut pembasahan di situ terus dilakukan sesuai dengan arahan Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar. “Kami bekerja secara terbagi pada empat titik di wilayah Ring 1 Bandara,” kata Said.
Keempat titik tersebut masing-masing diisi oleh BPBD Provinsi, BPBD Kota Banjarbaru, BPBD Kota Banjarmasin, dan BPBD Kabupaten Banjar. “Kami kebagian posko di dekat Warung Melawi, sekitar Guntung Damar. Tugas kami menjaga area sekitar, sekaligus melakukan pembasahan,” jelasnya.
Said menegaskan bahwa munculnya kembali kabut asap bukan karena ada titik api baru. Namun, terjadi proses penguapan air dari proses pembasahan, dan air hujan yang terkena panas bara di bagian bawah tanah gambut. “Bara api di bagian dalam tanah gambut inilah yang menyebabkan kabut asap masih ada. Walaupun tak setebal di bulan September lalu,” tukasnya.
Said menekankan bahwa pihaknya juga tetap menangani karhutla di lokasi lain. Misalnya di Pengayuan. “BPBD Banjarbaru sendiri masih mendirikan posko insidental siaga karhutla. Jadi kami tetap menangani karhutla di lokasi lain,” tegasnya.
Per Senin (9/10) kemarin, luas lahan yang terbakar di Ibu Kota Provinsi Kalsel ini sudah mencapai 945,632 hektare. Wilayah paling luas hangus masih berada di Kecamatan Landasan Ulin dengan jumlah 446,127 hektare.
Berikutnya di Kecamatan Cempaka dengan total 241,291 hektare. Kecamatan Liang Anggang dengan total 214,72 hektare. Banjarbaru Utara seluas 27,515 hektare. Sedangkan Banjarbaru Selatan dengan total lahan terbakar sebanyak 15,979 hektare.
Sudah Semai 6 Ton Garam
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah beberapa kali melakukan TMC untuk memancing hujan di langit Kalsel. Kasubbid Kesiapsiagaan pada BPBD Kalsel, Ariansyah mengatakan hujan telah mengguyur sebagian wilayah Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Batola, Tapin dan kabupaten lainnya pada 8-9 Oktober.
Ia membeberkan, dalam sepekan ini jumlah garam yang sudah disemai agar bisa membuat awan hujan sudah sebanyak 6 ton. “Alhamdulillah apa yang diharapkan akhir berhasil. Hujan mengguyur sebagian wilayah di Banua,” katanya, Selasa (10/10) siang
Melihat data prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah di Kalsel diguyur hujan pada 9 Oktober kemarin. Intensitasnya, mulai dari ringan hingga sedang. Sesuai rencana, TMC akan tetap dilangsungkan hingga Rabu, 11 Oktober.
“Jika awannya potensial dan BNPB merestui, tidak menutup kemungkinan TMC akan diperpanjang lagi,” katanya.(zkr/gr/dye)
Editor : izak-Indra Zakaria