Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalsel Punya Banyak Lahan Tidur, Menteri Pertanian Lakukan Ini

izak-Indra Zakaria • 2023-11-17 23:39:42
SAMBUTAN: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ingin mengoptimalkan lahan tidur di Kalsel, saat kunjungan kerja ke Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kamis (16/11).
SAMBUTAN: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ingin mengoptimalkan lahan tidur di Kalsel, saat kunjungan kerja ke Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kamis (16/11).

 Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada Kamis (16/11). Kunjungannya dalam rangka program pengembangan lahan rawa tadah hujan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).

Kunjungan tersebut juga dihadiri Pj Bupati Tanah Laut (Tala) Syamsir Rahman beserta jajaran, Forkopimda Tala, serta undangan lainnya.

Amran Sulaiman mengatakan bahwa Kalsel merupakan daerah penopang pangan Indonesia dengan potensi lahan 200 ribu hektare. “200 ribu hektare itu minimal bisa menghasilkan 1 juta ton beras. Sehingga ke depan bisa menekan impor beras,” sebutnya.

Terkait bibit yang akan ditanam, Amran mengatakan disesuaikan dengan keinginan petani. Bukan lagi sesuai keinginan pusat. “Nanti bibit yang kami siapkan adalah bibit yang diminta petani seluruh Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya akan berupaya meningkatkan indeks tanam. Sebelumnya hanya satu kali dalam setahun. Ke depannya akan dilakukan dua kali dalam setahun. “Akan kita buat infrastrukturnya seperti tanggul dan lainnya agar dapat dilakukan tanam dua kali dalam setahun,” terangnya. 

Kepala Desa Padang, Abdurahman mengatakan total lahan yang berpotensi untuk program Serasi di desanya kurang lebih 700 hektare. Rinciannya 200 hektare sudah dikerjakan, dan sisanya baru akan dibuka. “Sebelumnya sudah ada 200 hektare yang sudah dikerjakan oleh masyarakat, dan hingga saat ini sudah berjalan. Tinggal 400-500 hektare yang belum dikerjakan,” sebutnya.

Supaya lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, perlu dilakukan normalisasi sungai, pembuatan tanggul, serta pintu bendungan. “Banjir besar yang terjadi beberapa tahun lalu, mengakibatkan beberapa aliran sungai menjadi tersumbat dan rusak. Ini mengganggu pengairan lokasi tersebut,” keluhnya. (*)

 
Editor : izak-Indra Zakaria