Ratusan juta rupiah yang digelontorkan untuk membeli alat-alat fitness itu dinilai tidak berfaedah. Kritik pedas itu dilontarkan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali.
***
BANJARMASIN – Pembangunan gym center di Balai Kota Banjarmasin di Jalan RE Martadinata, disindir DPRD Banjarmasin. Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menilai, pengadaan gym center itu sungguh bukan kebutuhan yang mendesak. Bahkan cenderung mubazir. "Olahraga memang penting, tetapi tetap harus melihat-lihat kondisi keuangan," kata Matnor, Rabu (10/1).
Gym center itu berada di perkantoran pemko, di Blok D. Khusus untuk ASN pemko. Isinya komplet dengan dumbel, treadmill, hingga pulldown machine. Bersumber dari APBD Perubahan 2023, gym center itu dibangun bagian rumah tangga pemko dengan anggaran Rp190 juta.
Politikus Partai Golkar ini pun heran. Padahal bukan rahasia lagi, kalau kinerja keuangan pemko pada 2023 kemarin sedang jelek. Belanja daerah lebih besar dibanding pendapatan yang masuk. Akibatnya, pemko berutang hingga Rp300 miliar kepada para kontraktor dan penyedia jasa. "Mending duitnya digunakan untuk membayar proyek-proyek yang belum beres, seharusnya itu menjadi prioritas utama," sarannya.
Memang sudah ada solusi untuk menyelesaikan pembayaran utang-utang tersebut, yakni lewat refocusing. Atau menggeser-geser anggaran yang ada. "Seharusnya itu tidak boleh sampai terjadi," sesal Matnor.
Gym center ini akan segera dibuka. Nanti akan dibuat jadwal, agar bisa dipakai bergantian oleh SKPD. Jadwal ASN pria dan perempuan juga dibuat terpisah. Diwartakan sebelumnya, Selasa (9/1) siang, Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman datang ke sana untuk mencoba beberapa alat.
Apa perlunya fasilitas ini? Kasubbag Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli angkat bicara. Tujuannya, semata-mata untuk menjaga kebugaran ASN. Guna mendukung kinerja mereka. "Kami (ASN) dituntut memiliki fisik yang prima. Sehingga output pekerjaannya juga bisa maksimal," kata Zazuli. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria