“Yang paling banyak mati adalah bebek mencapai 1.200 ekor, ayam kampung 445 ekor, disusul ayam petelur 100 ekor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/1/2024).
“Ternak unggas yang mati paling banyak karena penyakit tetelo. Tidak ada kaitannya dengan flu burung,” katanya. Roni menyebutkan kematian unggas karena penyakit Tetelo tahun ini paling banyak dibandingkan sebelumnya.
“Dikarenakan musim hujan dan imun melemah, sehingga banyak ternak unggas yang terkena tetelo,” sebutnya. Antisipasinya, Dinas Peternakan Kabupaten HSS melakukan imbauan melalui leaflet, penyuluhan sampai memberikan obat semprot kandang.
“Tiap minggu dilakukan monitoring, dan mengimbau peternak agar jangan memasukan unggas dari luar daerah,” tutur Roni. (*)