Di tepi jalan, teman-temannya menonton dan menyemangati. Banyak dari mereka yang masih mengenakan baju koko. "Benar, balapan liar kembali marak," kata Arif, 48 tahun.
"Semua yang balapan masih remaja. Masih pelajar. Bahkan mereka tidak mengenakan helm," tambah satpam sekolah tersebut.
Dodi, salah seorang karyawan yang bekerja di sana menceritakan, para pembalap liar itu memanfaatkan suasana lengang pada Jumat siang.
"Tak sekali dua kali warga coba membubarkan mereka. Bahkan ada yang mengejar pakai balok kayu, maksudnya untuk menakut-nakuti saja," kisahnya.
"Bahkan, pernah sekali menabrak seorang anak punk yang sedang berjalan kaki," imbuh Dodi.
Ini harus menjadi perhatian polantas. Mengingat Mulawarman adalah kawasan pendidikan. Di sini banyak berdiri, SMA, SMK, SMP, dan SD negeri.
Dikonfirmasi, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin Kompol Taufiq Qurahman berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut. Ia akan mengerahkan personelnya untuk berjaga di sekitar Mulawarman. "Kami akan tingkatkan patroli di sana," kata Taufiq.(*)